Global7.id, Grobogan – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menurunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) guna mengasistensi penanganan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan sebuah mobil di perlintasan sebidang tanpa penjagaan di Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Jumat (1/5/2026) dini hari, saat sebuah kendaraan Toyota Avanza melintasi rel kereta api bersamaan dengan melintasnya kereta dari arah barat. Akibat kejadian itu, lima orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban diketahui merupakan satu keluarga yang berada dalam kendaraan tersebut dengan total sembilan penumpang, terdiri dari tujuh orang dewasa dan dua anak-anak.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, korban meninggal dunia adalah MS (51), D (51), ND (10), SB (2), dan IS (27). Sementara korban luka-luka masing-masing berinisial K (50), D (46), J (77), dan VD (10).
Sebagai bagian dari upaya penyelidikan yang profesional dan transparan, tim Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah bersama Satuan Lalu Lintas Polres Grobogan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh pada Sabtu (2/5/2026). Selain mendata saksi dan mengamankan barang bukti, petugas juga memanfaatkan teknologi TAA berbasis 3D Scanner untuk memetakan kondisi lokasi kejadian secara presisi.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Pratama Adhyasastra, menyampaikan bahwa penggunaan teknologi tersebut memungkinkan rekonstruksi kejadian dilakukan secara ilmiah dan akurat.
“Melalui teknologi TAA 3D Scanner, kami dapat merekonstruksi secara detail posisi kendaraan, titik benturan, serta kondisi di lokasi kejadian. Hal ini membantu penyidik dalam menganalisis penyebab kecelakaan secara lebih presisi dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan penyidik Satlantas Polres Grobogan untuk memastikan proses penanganan berjalan cepat, transparan, dan sesuai prosedur.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan disiplin saat melintasi perlintasan kereta api, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu dan penjagaan.
“Kami mengajak masyarakat untuk mengutamakan keselamatan saat melintas di perlintasan kereta api. Pastikan kondisi aman dengan berhenti sejenak dan melihat ke kiri serta kanan sebelum melintas,” katanya.
Polda Jawa Tengah menegaskan akan terus hadir tidak hanya dalam penanganan kejadian, tetapi juga melalui edukasi dan langkah pencegahan guna meminimalisir kecelakaan serupa di masa mendatang.
G7/Humas Polda Jateng










