Global7.id – Tulungagung, Jawa Timur.
Korban mutilasi yang ditemukan di dalam koper Uswatun Hasanah (29) ternyata pernah jadi sales kosmetik dan pekerjaan terakhirnya sebagai Lady Campanion (LC) atau pemandu lagu di wilayah Tulungagung, Jawa Timur. Wanita yang karib dipanggil Ana itu merupakan warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, Ana menjadi pekerja lepas sebagai pemandu lagu. Dia sering berpindah lokasi di sejumlah tempat hiburan, sesuai permintaan klien.
“Dia tidak menetap di satu tempat. Pindah-pindah di sejumlah tempat, ” ujar seorang sumber, sambil menyebut sejumlah tempat karaoke, Sabtu (25/1/2025).
Selama ini, menurut Aan penjaga kos, Ana tinggal di sebuah rumah kos di Jalan Panglima Sudirman, kawasan Kelurahan Kenayan, Tulungagung yang terakhir ada di kamar kosnya pada Minggu (19/1/2025).
Dia pergi menggunakan mobil Suzuki Ertiga warna putih miliknya, “Itu juga mobil masih kredit. Setelah itu belum pulang lagi,” ujar Aan, Minggu (26/1/2025) kemarin.
Menurut Aan, Ana tinggal di salah satu kamar di lantai bawah, dari 2 lantai yang ada di area rumah kos ini. Tarif sewa kamar dengan AC yang ditempatinya adalah Rp 1.200.000 per bulan dan selama ini tidak ada teman yang datang ke tempat kos Ana.
Polisi sudah memeriksa kamar Ana setelah jenazahnya ditemukan di Ngawi. Meski tidak ada garis polisi, namun kunci kamar dibawa oleh aparat kepolisian.
Menurut orang tuanya, Ana diketahui pernah menikah dengan orang Blitar di pertama, pernikahan kedua dengan orang Lumajang dan menikah kembali dengan orang Tulungagung yang ketiga kalinya.
Ana terakhir mengunggah foto dirinya berbaju merah di akun media sosial TikTok-nya pada 7 hari lalu. Ia pernah mengunggah gambar berupa tulisan Nisa dan Nopa yang dipisahkan gambar hati.
Dari unggahan itu, Ana terkesan sangat mencintai sosok yang bernama Nopa. Sekurangnya 3 kali dia mengunggah materi ungkapan sayang Ana dan Nopa. Dia juga pernah mengunggah 2 foto anaknya.***
Sumber: BS.










