Tersinggung Perkataan Mertua, Pengantin ini Kabur hingga Terperosok ke Jurang di Bucu Jepara

Foto, ilustrasi dan air terjun Songgo Langit, Jepara.

Global7.id – Jepara,

Dikisahkan ada seorang jejaka yang berasal dari Desa Tunahan, kecamatan Keling, Jepara menjalin cinta dengan seorang gadis cantik asal Desa Bucu Kecamatan Kembang, Jepara. Jalinan cinta mereka akhirnya berlanjut hingga ke jenjang perkawinan.

Di sini diceritakan bahwa antara Desa Tunahan dan Desa Bucu terbentang sungai (sekarang ini sungai yang berada di atas yang mengalir ke bawah menjadi air terjun). Air Terjun tersebut ialah Air Terjun Songgo Langit.

Pada zaman dahulu seorang laki-laki melamar seorang perempuan harus membawa perabotan dapur seperti wajan, piring, gelas, dan lain lain. Serta membawa hewan piaraan kerbau, sapi dan kambing.

Setelah mereka menikah, di suatu fajar si isteri bersiap menyiapkan makanan pagi untuk sang suami tercinta. Dalam penyediaan sarapan tersebut si isteri kurang hati- hati sehingga menimbulkan suara-suara alat dapur yang saling bersentuhan.

Alkisah, sang mertua (ibu si isteri) menegur anaknya “Ojo glondhangan, mengko mundhak bojomu tangi” atau dalam bahasa Indonesia “Jangan gaduh, nanti suamimu terbangun”. Rupanya si suami salah mendengar “Kerjo kok glondhangan, rumangsamu barange bojomu” atau dalam bahasa Indonesia “Kerja kok gaduh, memangnya barang bawaan suamimu”.

Pada saat itu juga si suami merasa tersinggung dengan perkataan sang mertua itu, kemudian pada suatu tengah malam kedua pengantin tersebut berniat pergi dari rumah untuk pindah ke tempat asal suami dengan mengendarai Pedati atau gerobak yang ditarik oleh sapi. Oleh karena jalannya begitu gelap, maka Pedati yang mereka naiki salah jalan (kesasar) sehingga terasa Pedati tersebut masuk jurang yang sangat dalam (sekarang air terjun Songgolangit) dan sepasang pengantin tersebut hilang tidak ada yang mengetahui keberadaanya.

Legenda tersebut bersifat turun temurun dan masih melekat kuat di hati masyarakat setempat sehingga merupakan pantangan antara orang-orang Desa Tunahan dan desa Bucu untuk hidup sebagai suami isteri, karena dikuatirkan hubungan rumah tangga mereka akan mengalami kemelut. Juga masyarakat sekitar percaya pada legenda tentang sepasang suami-istri yang menjadi penunggu kawasan itu. Mereka juga percaya air yang mengalir dari air terjun tersebut berkhasiat membuat awet muda.

Air Terjun Songgo Langit adalah air terjun yang terletak di Dukuh Nglencer, Desa Bucu, Kecamatan Kembang 30 km sebelah utara dari pusat kota Jepara. Air terjun ini mempunyai ketinggian 80 meter dengan lebar 2 meter.

Disekitar air terjun ini dapat dijumpai beragam spesies kupu-kupu. Walaupun menjadi tempat destinasi wisatawan, air terjun ini dipasangi peringatan dilarang berenang karena banyaknya korban tenggelam pada palung di dalamnya sedalam 8 meter.
(***)

Sumber: Wiki

Pos terkait