Tak Nafkahi Keluarga, Pria ini Direbut Wanita Lain di Jepara, Simak Tipsnya..

Foto Nina Stevani Uthe/kiri dan suami/tengah serta diduga wanita lain kanan/melansir dari group Facebook

Global7.id – Jepara, 

 

Tidak ada satu orang istri pun yang rela suaminya direbut pelakor. Sebelum hal itu terjadi, hal ini dikeluhkan oleh akun Facebook bernama Nina Stevani Uthe yang diketahui seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai security wanita di wilayah Jepara.

 


Setelah curhatannya menjadi viral di jagad media sosial beberapa waktu lalu, Nina Stevani Uthe memposting di group Facebook Info Seputar Jepara dengan bertuliskan, “Mohon bantuannya, jika melihat suami saya bersama wanita ini di kos2an daerah Pecangaan/Mayong dan sekitarnya silahkan di grebek saja…Karena saya istri sah punya 2 anak laki2, dan anak2 saya tidak di beri nafkah berbulan bulan. Dan saya sering di ancam jika anak2 saya mau diambil semua dan saya di kata2in sama wanita ini katanya saya mengemis sama suami untuk minta nafkah susu anak2 saya, ” Tulisnya di group Facebook Jepara, Minggu (28/8/2022).

Foto tangkap layar dari group Facebook Info Seputar Jepara/yellow

Tips Agar Suami Tak Direbut Wanita Lain


Psikolog Anna Surti Ariani menuturkan dan memberikan tips jitu bahwa saat hati Anda terluka karena mengetahui suami dekat dengan wanita lain akan ada dorongan untuk terus bertanya atau menyalahkan pasangan. Wajar saja bila Anda melakukannya karena terpancing emosi. Namun yang perlu diperhatikan tidak menghabiskan waktu setiap hari dengan marah-marah kepada suami.

 



 

“Anda bisa membatasi misalnya maksimal 1 jam (atau kurang) untuk membicarakan pada hari itu, lalu berhenti dan melanjutkan di hari lain. Terlalu banyak bertanya seringkali efeknya kurang baik untuk hubungan Anda ke depannya,” saran Anna kepada Wolipop beberapa waktu lalu.

 


Bacaan Lainnya

Kemudian coba alihkan pikiran ke hal-hal baik dalam keluarga. Misalnya saja dengan fokus mengurus anak agar perasaan marah campur kecewa mereda sehingga bisa berpikir menggunakan kepala dingin bukan emosi sesaat.

 


Psikolog di Klinik Terpadu Universitas Indonesia itu juga menyarankan untuk menenangkan diri sesaat. Jangan biarkan emosi mengendalikan diri Anda. Hindari mengambil keputusan sepihak hanya karena terpengaruh emosi.

 


“Selama masih mudah menangis atau merasa hampa, dan belum bisa bicara dengan tenang bersama pasangan, jangan mengambil keputusan besar apapun tentang perkawinan Anda. Carilah teman berbagi duka. Jika tidak ada maka Anda perlu mencari cara untuk bisa mengekspresikan berbagai emosi negatif Anda secara sehat,” tambah Anna.

 

 

Lalu apa yang harus dilakukan terhadap wanita si pengganggu? Tak sedikit para istri ingin melabrak wanita pengganggu dalam pernikahannya. Jangan dulu, Anna tidak menyarankan untuk meneror atau melabrak wanita penggoda tersebut karena justru bisa membuat Anda kurang fokus dalam memperbaiki hubungan pernikahan kalian.

 


“Jika sang istri meneror balik, kadang justru sang istri yang dianggap bermasalah, sampai-sampai suaminya mencari wanita lain. Daripada dituduh demikian masih jauh lebih baik Anda menyikapi wanita itu dengan elegan,” jelas pendiri situs Pranikah itu.

 


Salah satu trik yang cukup efektif untuk menghambat orang ketiga mengganggu adalah dengan memperlihatkan betapa bahagianya Anda berdua sebagai pasangan. Anda bisa lebih aktif posting foto berdua atau foto keluarga di media sosial.

 



Ini dapat memberikan pesan yang jelas kepada si pengganggu bahwa suami sudah tak membutuhkan dia karena bahagia dengan Anda dan keluarganya.

 


Tentu saja akan jauh lebih baik kalau ini bukan posting-an semata tapi memang menunjukkan betapa bahagianya Anda berdua. Anna kemudian menyarankan untuk evaluasi diri dan hubungan demi bisa memperkuat pondasi ke depannya.

 


“Apakah komunikasi dan kerja sama Anda berdua sudah lancar? Apakah ketika bertengkar sudah dapat menyelesaikan masalah dengan memuaskan kedua pihak? Apakah sudah saling menikmati kehadiran masing-masing? Apakah hubungan seksual sudah sesuai dengan harapan bersama? Jika masih banyak masalah dalam hal-hal ini, hubungan Anda berdua lebih rentan terpecah oleh berbagai isu. Saat hubungan Anda berdua lebih menyenangkan, kesempatan lebih besar untuk mempertahankan pernikahan bahagia,” pungkasnya.***

 

Sumber : ISJ/yellow dan NSU.


Tag

Pos terkait