Tak Hanya Warga, Wakil Rakyat Ini Apes Kena Jalan Berlubang di Jepara

Foto, Andi Rokhmat alias Andy Andong Ketua komisi D DPRD Jepara. Postingan ban mobil miliknya yang pecah kena lubang jalan di Jepara.

Global7.id – Jepara,

Mengenai jalan rusak berlubang di Jepara-kelet yang hingga sekarang belum selesai dan hanya ditambal saja. Andi Rokhmat Ketua Komisi D DPRD Jepara geram dengan keadaan jalan rusak berlubang tersebut.


 

Pasalnya, hari ini Senin 27 Januari 2025 saat ia melintasi jalan berlubang tepatnya di Jambu timur ban mobil yang ia kendarai mengalami ban pecah. Padahal, kondisi ban mobil baik dan ban masih tebal.


 

Dalam unggahan di akun Facebooknya, Andi Rokhmat yang akrab disapa Andi Andong menuliskan postingan,


 

“Tak sengaja menginjak lubang jalan di Jalan Sekuro – Jambu Timur. Ban langsung apes. Duh, Gusti..” tulis mantan aktivis dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 2002.


 

Beragam komentar dari netizen Jepara langsung bermunculan di akun Facebook @Andy Andong.


“Alhamdulillah… Pak dewan biar ikut merasakan hehe..”, tulisan komentar netizen.


 

Alhamdulillah Kulo nggih mpun nate pak Dewan, efek dalan rusak., ” tulis komentar netizen Jepara lainnya.


Diketahui, kerusakan jalan ini memang dari berbagai faktor, yang di antaranya diakibatkan adanya aktivitas kendaraan berat dari PLTU. Terutama truk-truk pengangkut limbah dari PLTU.


Dalam keadaan ban pecah, Andi Rokhmat mengungkapkan, “Sedih, ” Ujarnya dalam keterangan yang dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat, Senin (27/1/2025).

Bacaan Lainnya

 

Menurut Andy Andong salah satu wakil rakyat yang benar-benar peduli pada rakyatnya, jalan Jepara-Kelet sudah tidak sanggup untuk dilintasi kendaraan-kendaraan bertonase berat. Kemampuan jalan tersebut hanya untuk kendaraan maksimal delapan ton.


 

“Satu-satunya jalan (untuk memperbaiki) adalah harus dicor beton. Harapan terbesar saya jalan Mambak – Wedelan bisa segera ditingkat kualitasnya dengan dicor beton, ” tegas mantan mahasiswa yang aktif dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).


Menurutnya, anggaran dari Pemrov Jateng belum mampu memenuhi perbaikan jalan sepanjang itu. Karena, selama ini hanya mengandalkan anggaran pemeliharaan jalan yang nominalnya Rp 5 miliar per tahun. Sementara untuk memperbaiki 35 kilometer jalan Jepara-Kelet, dibutuhkan anggaran hingga Rp 150-200 miliar.***


 

Sumber: BS/G7/AR.

Sumber: G7.

Pos terkait