Tak Ada Tanggapan, Atap Jebol Hampir Ambrol di SDN 03 Ujungbatu Jepara Tak Kunjung Diperbaiki

Foto, kolase dari atap yang rusak di SDN 3 Ujungbatu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara,

Global7.id – Jepara, 

Sungguh memprihatinkan kondisi bangunan SD Negeri 03 Ujungbatu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara dalam keadaan genteng, plafon yang jebol  dan pecah sehingga terbilang sudah tidak layak untuk di pergunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Kondisi sekolah tersebut dibenarkan oleh Huriah selaku guru dari wali kelas 3 SD Negeri 3 Ujungbatu, Jepara. Berdasarkan penuturan warga sekitar kepada awak media yang mengatakan, “Ada beberapa ruangan di SDN Ujungbatu yang jebol dan genteng pecah. Untungnya pada saat itu terjadi, sedang tidak ada pelajaran sehingga tidak mengenai siswa,” tutur warga sekitar pada, Selasa (20/08/2024).

“Kondisi ruangan yang tidak layak lagi untuk kegiatan belajar ini membuat para guru terutama siswa sangat khawatir jika digunakan untuk proses belajar mengajar,” imbuhnya.

Bahkan, salah satu bangunan yang ruangannya biasa digunakan untuk UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dari mushola dan gudang sudah sangat tidak layak karena ada beberapa atap yang jebol, hingga tanpa plafon. Hanya ruang yang digunakan untuk mushola yang terlihat masih bersih.

“Plafon kelas 3 jebol karena ada genteng yang jatuh menimpa plafon,” ucap Huriah mengutip dari portal media Liputan7.

Dari informasi yang diterima, ada sarang rayap di rangka kayu (reng dan usuk-jawa) penyangga genteng serta ada jalan rayap yang mengarah ke tembok ruang kelas tersebut. Jadi diduga jatuhnya genteng disebabkan karena kayu penyangga di makan rayap.

Kepala Sekolah SD Negeri 03 Ujungbatu, Farichatul Wachidah saat dikonfirmasi di ruangannya mengatakan, bahwa benar ada kejadian jebolnya atap kelas 3, bahkan di ruang kelas yang lain juga ada plafon yang sudah lepas.

“Jebolnya atap ruang kelas 3, terjadi pada saat upacara memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 kemarin, untung pas tidak jam pelajaran,” ungkapnya, Selasa (20/8) kemarin.

Faricha menyebut, pihak sekolah sudah mengajukan ke Dinas terkait untuk perbaikan.

“Akan tetapi dikatakan belum ada anggaran. Kemungkinan anggaran di tahun 2025,” ujar Faricha.

Ia menambahkan, “Karena kondisi bangunan seperti itu, bangunan itu sudah lama, tembok mengelupas, genteng pada pecah dan tidak ada plafon, hanya mushola yang masih kita gunakan,” tambah Faricha.

“Kita sudah berusaha mengajukan proposal keberbagai pihak, untuk pembangunan atau renovasi sekolah kami, terutama yang urgent (segera) adalah atap dan plafon. Takutnya kalau musim penghujan tiba, bisa membahayakan anak didik kami,” pungkas Faricha.

Nurul Wakidah wali kelas 4 guru mata pelajaran matematika menambahkan bahwa hampir tiap tahun mengajukan proposal ke Dinas terkait, tetapi tidak ada tanggapan.

“Melalui media ini tolong sampaikan ke semua pihak kalau ada yang mau membantu sekolah kami, termasuk anggota DPRD Jepara yang baru, yang penting sekolah kami bisa lebih baik,” harap Nurul.***

Sumber: L7.

Pos terkait