Sidang Pansus DPRD Pati Berujung Kekerasan! Wartawan Dibanting, Ini Kronologisnya

Foto, Wartawan di banting saat sidang Pansus DPRD Pati

Global7.id – Pati, 

Insiden tidak terduga terjadi di DPRD Pati saat sidang Pansus Hak Angket. Seorang wartawan menjadi korban kekerasan saat melakukan peliputan, menimbulkan pertanyaan tentang perlindungan bagi jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

 

Hal ini terjadi saat sidang Pansus Hak Angket DPRD Kabupaten Pati, Kamis (4/9/2025) berakhir ricuh. Situasi memanas ketika sejumlah wartawan yang hendak mewawancarai Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUD RAA Soewondo Pati, Torang Manurung, justru mendapat perlakuan kasar dari seseorang yang diduga preman.

 

Kronologi Kejadian

Insiden bermula saat Torang Manurung walk out (WO) dari ruang sidang usai dicecar pertanyaan anggota Pansus. Aksi WO itu mengundang kontroversi, sehingga sejumlah jurnalis pun bergegas mengejar Manurung hingga lantai 1 Gedung DPRD Pati untuk meminta klarifikasi.

 

Namun alih-alih mendapat jawaban, wartawan malah dibalas dengan aksi kekerasan. Seorang pria berbadan tegap yang diduga preman tiba-tiba menarik dan membanting wartawan hingga terjatuh ke lantai. Ironisnya, peristiwa itu terjadi di depan aparat kepolisian yang justru diam dan tidak mengambil tindakan atas aksi tersebut.

 

“Ini bentuk arogansi! Wartawan hanya menjalankan tugas, tapi malah diperlakukan seperti penjahat. Kami mengecam keras tindakan premanisme ini,” tegas Udin Ali Nani, Sekjen IJTI Muria Raya.

 

Udin memastikan, pihaknya bersama organisasi jurnalis lain di Pati akan melaporkan kasus ini ke Polresta Pati.

 

“Ini sudah jelas-jelas melanggar Undang-Undang Pers. Kami minta Polresta Pati berani mengusut tuntas. Kalau dibiarkan, ini preseden buruk bagi kebebasan pers,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

 

Peristiwa ini sontak memicu amarah insan pers di Pati. Mereka menilai, tindakan premanisme saat pengawalan Ketua Dewas RSUD kepada wartawan merupakan bentuk pelecehan terhadap kerja jurnalistik.

 

“Selain arogansi, ini jelas kriminal. Kami menunggu permintaan maaf resmi dari Ketua Dewas RSUD Soewondo. Kalau tidak, kami akan terus melawan,” pungkasnya dengan nada keras.

Sidang Pansus yang sejatinya digelar untuk mengusut dugaan pelanggaran Bupati Sudewo, justru berubah menjadi panggung ricuh dan mempermalukan wajah demokrasi di Kabupaten Pati.

 

“Insiden kekerasan terhadap wartawan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan jurnalis dalam melakukan tugasnya. Pelaku pembanting juga diyakini akan menghadapi konsekuensi hukum, termasuk kemungkinan dikenakan pasal terkait kekerasan terhadap wartawan.”

 

 

G7/MTP

 

 

Pos terkait