Global7.id – Jepara,
Kembalinya Persijap Jepara ke kandang sendiri di stadion GBK Jepara menjadikan semangat tersendiri bagi pemain sepakbola Persijap dan manajemen. Namun, home base di stadion GBK Jepara tidaklah gratis. Hal ini diutarakan oleh Presiden Persijap Jepara, M Iqbal.
Perlu diketahui, untuk biaya sewa Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara diperkirakan naik setelah direnovasi oleh Kementrian Pekerjaan Umum (Kemen PU) RI pada 20 Desember 2024 lalu.
Merespon hal tersebut, Presiden Persijap Jepara, M. Iqbal Hidayat mengaku tidak mempersoalkan naiknya biaya sewa Stadion GBK. Hal tersebut menurutnya wajar, terlebih renovasi stadion kebanggaan masyarakat Jepara tersebut menelan biaya yang cukup besar, yaitu Rp84,6 miliar.
Kemudian dilakukan perpanjangan waktu renovasi dengan tambahan anggaran sebesar 10 persen dari nilai kontrak awal, yaitu Rp10,5 miliar. Namun anggaran tersebut dibagi dengan Stadion Jati Diri, Semarang.
“(Biaya sewa naik) mau gimana lagi, pastinya kalau bisa dikasih keringanan ya kita mau, monggo, tapi lihat nanti lah,” katanya, Jumat (3/1/2025) sore.
Terkait besaran kenaikan biaya tarif sewa Stadion GBK Jepara, ia belum mengetahui. Sebab saat ini terdapat peraturan baru. Persijap harus melakukan MoU atau perjanjian sewa setiap akan melakukan pertandingan. Berbeda dengan sebelumnya yang dilakukan per tahun.
Hal tersebut karena status kepemilikan aset Stadion GBK Jepara belum sepenuhnya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.
“Saat ini MoU kita per game, jadi per game ada MoU baru. Nanti kalau misalnya sudah ada serah terima secara full dari Kementrian kepada Pemkab Jepara, mungkin baru ada kontrak yang per tahunan,” jelasnya.
Dalam MoU yang dilakukan antara Persijap dengan Pemkab Jepara, salah satunya berisi bahwa apabila terjadi kerusakan saat pertandingan, maka Persijap harus bertanggungjawab untuk memperbaiki.
Terkait hal tersebut, ia juga tidak mempersoalkan. Sebab sebelumnya, poin tersebut menurutnya juga sudah tercantum saat Persijap menyewa Stadion GBK Jepara.
“Ngga ada keberatan sama sekali. Selama ini MoU kita kontrak tiga tahun, itu tertera juga ada pasal yang menyebutkan ketika ada pertandingan, ada kerusakan, itu tanggungjawab dari Panpel,” ujarnya.
Ia berharap jika nanti biaya sewa Stadion GBK Jepara dinaikkan, juga dibarengi dengan perawatan yang intens dari Pemkab Jepara.
“Ke depan yang penting maintenance-nya juga harus bagus, karena percuma dibangun mahal-mahal tapi perawatannya ngga bagus,” pungkasnya.***










