Global7.id – DKI Jakarta,
Sesosok pria dengan nama Abdul Latif bisa dikatakan peternak hebat, namun kerap dibully saat ia memulai membangun bisnis ternaknya. Meski begitu, tapi pak latif pun cuek saja saat banyak orang membully dirinya.
Banyak yang mengejek karena membuka peternakan di tengah kota. Namun siapa sangka, kini ia punya peternakan sapi terbesar di Jakarta dengan omzet miliaran rupiah. Wow luar biasa.
Bang Latif awalnya membuka peternakan sapinya di tengah ibukota, tepatnya di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan.
Bang Latif mengaku sempat dibully tetangga karena membuka bisnis peternakan sapi itu.“Pernah dibully tetangga. Kenapa beternak, kan bau, kotor. Tapi ini menjadi titik mental kita, beternak itu nggak perlu malu,” ujar Bang Latif.
Pria yang punya peternakan dengan nama Kandang Sapi Betawi Muda ini memulai berternak karena kecintaannya pada hewan ternak. Ia lalu mulai memelihara beberapa ekor kambing, lalu ternyata lambat laun semakin beranak dan memiliki banyak keturunan.
Kini peternakan Bang Latif pun semakin luas dan besar, bukan hanya kambing saja tapi ada juga sapi dan kerbau.
Peternakan ini pun ia hususkan sebagai hewan untuk kurban karena salah satu tujuannya beternak memang untuk ibadah.
“Tujuannya lebih ke arah ibadah,” ujar papar Bang Latif. Latif juga sekaligus mengakui bahwa dirinya ingin membuktikan kalau di Jakarta juga bisa beternak. Meski peternakannya itu harus berada di tengah pemukiman penduduk, Latif selalu memastikan kandang ternaknya tidak mengganggu tetangga.
“Mau membuktikan kalau di Jakarta tuh bisa beternak. Kita kelola peternakan, manajemen kotorannya supaya peternakan tidak bau, di sini juga tak ada lalat. Bersih, sapi sehat, tidak becek jadi pelanggan senang,” terang Latif.
Sementara, untuk pakannya, Latif mengaku cukup mudah mendapatkan rumput dan pakan lainnya. Ia pula mengandalkan ampas tahu dan tempe sebagai pakan ternak.
Kini, pada peternakan milik Latif ada berbagai jenis sapi mulai sapi limosin, sapi Bali, sapi Madura dan berbagai jenis sapi lainnya. Selain sapi, ada pula kerbau dan kambing.
“Buat ternak kita sedia kerbau, biasanya orang Betawi kan tradisi kurban kerbau jadi ada di sini,” ucapnya. Dalam menjamin kualitas sapi ternaknya, Latif selalu membersihkan area kandang.
Bahkan hewan ternaknya dimandikan dua kali dalam sehari. Hewan ternaknya juga dijamin sehat dan tak stress karena tak kehujanan dan tidak kepanasan.
Meski sempat dibully dan mendapat sindiran dari tetangga, tapi Latif berhasil ‘membungkam’ mulut warga dengan omzet yang besar. “Omzet udah ada nilai M-nya. Ya untuk memotivasi dan inspiratif anak muda agar mau jadi peternak,” pungkas Latif.










