Rapat Musyawarah Desa Terkait Lapangan Ngabul, EO ABC Fast Diduga Belum Kantongi Izin Kecamatan
Global7 Jepara – Polemik penggunaan Lapangan Desa Ngabul untuk kegiatan hiburan yang sebelumnya digelar oleh ABC Fast terus menjadi perhatian masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, menggelar rapat musyawarah desa bersama unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Adat Desa (LAD), Ansor, NU, perwakilan warga, serta pihak EO ABC Fast.
Musyawarah yang berlangsung di Pendopo Desa Ngabul tersebut digelar sebagai forum untuk menampung aspirasi masyarakat sekaligus mencari solusi atas polemik yang berkembang pasca penyelenggaraan kegiatan hiburan di lapangan desa.
Dalam rapat tersebut, Camat Tahunan Mu’adz. S.sos menyampaikan bahwa kegiatan yang selama ini digelar di Lapangan Desa Ngabul diduga belum memperoleh rekomendasi atau pemberitahuan kepada pihak Kecamatan Tahunan sebagaimana lazimnya dalam penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
“Seharusnya SOP atau standar operasional yang ada harus dijalankan agar semuanya bisa berjalan dengan baik. Jangan hanya ketika ada permasalahan baru mengundang pihak kecamatan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak kecamatan tidak mempermasalahkan apabila tidak dilibatkan, namun ketika dimintai keterangan oleh pimpinan daerah atau pihak berwenang, kecamatan akan menyampaikan kondisi yang sebenarnya.
“Kalau memang Kecamatan Tahunan mau dilewati ya silakan, tetapi ketika saya ditanya Pak Bupati atau pihak berwenang, saya akan menyampaikan apa adanya bahwa kegiatan tersebut tidak ada pemberitahuan ke kecamatan,” tegasnya.
Salah satu perwakilan EO ABC Fast dalam forum tersebut menyampaikan bahwa kegiatan yang dimaksud telah mengurus perizinan mulai dari tingkat RT, pemerintah desa, hingga unsur Forkopimcam. Kata pihk ABC Fast
Diakhir penutup kepala desa Solekhan, S.H.,M.H menyampailan bahwa dia sudah dapat izin dari polsek makanya berani mengizinkan hiburan tersebut untuk digelar. Ucapnya
Pernyataan tersebut kemudian menjadi salah satu pembahasan dalam musyawarah desa, di mana peserta rapat menilai perlunya peningkatan koordinasi antara penyelenggara kegiatan, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan guna menghindari munculnya persoalan serupa di kemudian hari.
Musyawarah sempat tegang diakhir acara sempat terjadi kericuhan pihak EO ABC Fast mendatangi warga ansor dan mendorong salah satu anggota.
Global7/SGX










