Sempat Ricuh dan Adu Dorong, Upah Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Pakis Aji Rp80 Juta Akhirnya Dibayar

Global7 Jepara – Polemik pembayaran upah pekerja di proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, akhirnya menemukan titik terang. Upah para pekerja yang sebelumnya tertunda selama sekitar tiga minggu kini telah dibayarkan oleh pihak perusahaan, Kamis (25/6/2026).

Sebelumnya, keterlambatan pembayaran upah tersebut sempat memicu ketegangan di lokasi proyek. Sejumlah pekerja yang didampingi kuasa hukumnya mendatangi area proyek untuk menuntut kejelasan terkait hak mereka.

Situasi sempat memanas hingga terjadi aksi saling dorong antara pihak pekerja dan pihak perusahaan saat para pekerja hendak memasuki lokasi proyek.

Ketegangan tersebut menjadi perhatian sejumlah pekerja dan warga yang berada di sekitar lokasi. Namun, konflik yang sempat memuncak akhirnya dapat diselesaikan melalui dialog antara kedua belah pihak.

Pertemuan melibatkan para pekerja, perwakilan perusahaan, serta pihak terkait guna mencari solusi atas permasalahan yang terjadi.

Dari hasil dialog, pihak perusahaan akhirnya merealisasikan pembayaran upah pekerja yang nilainya mencapai lebih dari Rp80 juta.

Pembayaran itu disambut lega oleh para pekerja yang selama beberapa pekan menunggu kepastian hak mereka.

Para pekerja yang berasal dari Kabupaten Pati, Kabupaten Grobogan, hingga Kota Cirebon mengaku bersyukur setelah hak mereka diterima. Usai pembayaran dilakukan, sebagian pekerja langsung kembali atau mudik ke daerah masing-masing.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh tim Global7, seorang kepala mandor berinisial S menyampaikan bahwa dana untuk pembayaran upah pekerja sebenarnya telah diserahkan sebelumnya. Namun, menurut keterangannya, pembayaran kepada pekerja hanya dilakukan sebagian karena dana tersebut dititipkan kepada pihak lapangan.

“Sebetulnya uang gaji karyawan sudah saya bayar melalui pihak lapangan,” ujar S.

Di sisi lain, pihak yang disebut menerima titipan tersebut membantah pernyataan itu. Mereka mengaku tidak pernah menerima titipan dana sebagaimana yang disampaikan oleh kepala mandor.

Perbedaan keterangan dari kedua pihak menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab keterlambatan pembayaran upah yang sempat memicu ketegangan di lokasi proyek.

Meski demikian, dengan telah dibayarkannya seluruh upah pekerja, konflik yang sempat memanas di proyek pembangunan Sekolah Rakyat Pakis Aji untuk sementara berhasil mereda.

Global7SGX

Bacaan Lainnya

Pos terkait