Saat Tanjung Mas Jebol, Jepara Layak Jadi Alternatif Perluasan Pelabuhan

Global7.id – Jepara,

Kejadian jebolnya tanggul di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang kembali menyadarkan kita akan rentannya infrastruktur vital di wilayah pesisir utara Jawa terhadap ancaman bencana alam dan perubahan iklim. Rob yang merendam kawasan industri dan jalur distribusi barang di pelabuhan tersebut bukan hanya berdampak pada kelumpuhan aktivitas ekonomi lokal, tetapi juga menyumbat jalur logistik nasional.


Dalam konteks ini, Jepara seharusnya mulai dilirik serius sebagai alternatif perluasan pelabuhan di Jawa Tengah.


Pelabuhan Jepara, meski kini masih tergolong pelabuhan kecil, memiliki potensi besar. Letaknya strategis di pesisir utara Jawa dengan jarak yang relatif dekat dari kawasan industri dan pertambangan di sekitar Jepara, Kudus, dan Pati.


Fasilitas pendukung seperti akses jalan, tenaga kerja, dan kedekatan dengan wilayah Hunter land membuat pelabuhan ini layak dikembangkan lebih jauh.


Perluasan dan modernisasi Pelabuhan Jepara dapat menjadi solusi jangka panjang guna mendiversifikasi pusat-pusat logistik laut di Jawa Tengah. Ketergantungan yang terlalu besar pada satu pelabuhan utama seperti Tanjung Mas terbukti berisiko tinggi.


Ketika pelabuhan itu lumpuh karena bencana, seluruh rantai pasok ikut terganggu.


Oleh karena itu, membangun sistem logistik yang tangguh harus melibatkan penyebaran titik-titik pelabuhan yang mampu saling menopang.


Pemerintah pusat dan daerah perlu segera duduk bersama untuk merumuskan rencana induk pengembangan pelabuhan alternatif. Tak hanya menambal kerusakan di Tanjung Mas, tapi juga mendorong investasi di pelabuhan-pelabuhan yang selama ini belum dimaksimalkan.


Jepara, dengan sejarah maritim dan semangat masyarakat pesisirnya, siap menjadi bagian penting dari solusi.


Kini saatnya Jepara tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, tetapi sebagai tumpuan masa depan logistik laut Jawa Tengah. Jangan tunggu hingga bencana berikutnya datang untuk bertindak.


Namun di tengah krisis, muncul peluang. Bupati Jepara, Witiarso Utomo, melihat ini sebagai momentum emas bagi Kabupaten Jepara untuk naik kelas. Ia menegaskan kesiapan Jepara sebagai lokasi perluasan pelabuhan internasional yang dinilai lebih strategis dan tahan terhadap ancaman bencana laut.

“Masalah-masalah di Tanjung Emas seperti sedimentasi hingga rob memang butuh penanganan mahal, termasuk pembangunan breakwater besar. Di saat yang sama, arus investasi ke Jawa Tengah terus meningkat, dan semua itu menuntut pelabuhan yang andal. Jepara siap jadi bagian dari solusi,” ujar Mas Wiwit, sapaan akrab Bupati Witiarso, pada Sabtu (24/5/2025).


Langkah konkret pun telah dimulai. Pemerintah Kabupaten Jepara tengah menggenjot komunikasi dengan pemerintah pusat, Pelindo, hingga menggaet calon investor asing. Desa Balong, Kecamatan Kembang, diproyeksikan menjadi titik pembangunan pelabuhan ekspor-impor baru dengan anggaran fantastis: Rp 71 triliun.

Tak hanya sebatas wacana, respons investor pun mulai berdatangan. Sejumlah pihak dari China, Spanyol, hingga India menyatakan ketertarikan mereka. Bahkan, Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Fransisco de Asis Aguilera Aranda, sudah turun langsung meninjau lokasi pembangunan pelabuhan tersebut.

Menurut Bupati Witiarso, sudah saatnya Jawa Tengah memiliki lebih dari satu pelabuhan besar untuk mendongkrak daya saing ekonomi wilayah. Selama ini, ketergantungan terhadap Tanjung Emas membuat distribusi barang kerap terhambat.

“Beberapa investor sudah menyampaikan kekhawatirannya. Mereka butuh pelabuhan yang handal dan cepat. Maka Jepara hadir menawarkan solusi konkret, bukan hanya untuk daerah sendiri, tapi untuk Jawa Tengah secara keseluruhan,” tandasnya.***

Editorial Global7.id.

Sumber: G7/AR.

Bacaan Lainnya

Pos terkait