Ribuan Paket Bansos Gagal Disalurkan ke Jepara, Inilah Alasannya

Foto, ilustrasi Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan juga BLT.

Global7.id – Jepara,

Ribuan paket bantuan sosial di Jepara untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk tahun lalu dipastikan gagal tersalurkan.


 

Diketahui, berdasarkan data dari Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Jepara terdapat sekitar 1.743 bantuan yang belum tersalurkan dan kini, paket bantuan tersebut pun dikembalikan ke kas negara.


 

Aturan itu berbeda dengan penyaluran paket bantuan beras cadangan pangan pemerintah (CPP). Di mana saat calon penerima tidak ditemukan, bisa dialihkan ke penerima lain yang berhak menerima.


 

Untuk diketahui, Bantuan sosial program BPNT dan PKH di periode Oktober hingga Desember tahun lalu rencananya ada 122.348 penerima.


 

Hingga awal tahun ini, bantuan tersebut hanya berhasil tersalurkan kepada 120.605 keluarga penerima manfaat (KPM). Sementara, 1.743 paket bantuan lainnya gagal tersalurkan.


 

Perlu diketahui, gagal tersalurkannya bantuan itu lantaran berbagai faktor. Diantaranya, adanya penerima yang tak mengambil jatah bantuan, meninggal dunia, alamat yang tidak sesuai, hingga ada juga yang sudah mampu.


 

”Kami sudah koordinasi dengan Pos Indonesia. Uangnya yang tidak tersalurkan itu kembali ke kas negara,” kata Kepala Dinsospermades Jepara Edy Marwoto melalui Kabid Pemberdayaan Sosial Fakir Miskin Isdiyanto Koesworo.


 

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, Anto juga memastikan, paket bantuan tersebut tidak bisa disalurkan kali ini. Sebab, pemerintah telah memberikan tenggat waktu untuk para penerima mengambil bansos tersebut.


 

”Sampai saat ini saya melihat datanya, juga tidak masuk,” kata Anto tersebut.


 

Meski ada ribuan paket yang gagal tersalur, pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial lagi untuk periode pertama di tahun ini. Adapun jumlah KPM penerima bantuan tersebut mencapai 120.959 KPM.


 

Dari jumlah tersebut, ada yang hanya menerima bantuan program BPNT saja, adapula yang hanya PKH saja karena tidak ada yang menerima bantuan dua program tersebut sekaligus.***

Sumber: RK.

Pos terkait