Global7.id – Makassar,
Geng motor Makassar kembali membuat warga resah setelah seorang remaja berusia 16 tahun dibacok saat hendak membeli nasi kuning di kawasan Jalan Pendidikan, Kecamatan Rappocini, Makassar, Minggu (28/12/2025) pagi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat kejadian korban tengah dibonceng rekannya. Namun di tengah perjalanan, mereka dikejar sekelompok geng motor yang membawa senjata tajam. Tanpa ampun, para pelaku langsung melayangkan sabetan parang ke tubuh korban hingga menyebabkan luka cukup serius di paha dan betis. Korban langsung dievakuasi oleh keluarga ke RS Polri Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan tindakan medis.
“Lukanya itu luka sabet di kaki sama di paha. Diserang geng motor,” ujar Ketua RT setempat, Riska, saat diwawancarai wartawan, Minggu (28/12/2025).
Berawal dari Niat Beli Nasi Kuning
Riska mengungkap, sebelum kejadian korban dijemput temannya dari rumahnya di kawasan Jalan Pemandian Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate. Mereka berencana membeli nasi kuning di sekitar wilayah Rappocini. Perjalanan yang semula biasa saja, tiba-tiba berubah menjadi insiden penuh teror.
“Dia dari rumah ke Pettarani sama temannya berboncengan. Alasannya mau beli nasi kuning,” jelasnya.
Di tengah perjalanan, rombongan geng motor datang dan langsung mengejar. Korban dan temannya panik, namun nahas, serangan senjata tajam lebih dulu mengenai korban hingga membuatnya terjatuh. Yang menyedihkan, saat korban jatuh dan terluka, temannya justru melarikan diri meninggalkan korban sendirian.
“Pas diparangi, dia jatuh. Temannya kabur, tidak tahu ke mana,” tambah Riska.
Korban Dirawat, Keluarga Masih Syok
Setelah kejadian, pihak keluarga langsung membawa korban ke rumah sakit. Kondisi korban dikabarkan stabil namun masih harus menjalani perawatan karena luka sabetan cukup dalam. Keluarga korban juga disebut masih trauma atas insiden tersebut.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu mengaku resah. Mereka menilai aksi geng motor di wilayah Makassar semakin mengkhawatirkan dan perlu segera ditindak tegas oleh aparat kepolisian sebelum memakan korban jiwa.
Polisi Mulai Lakukan Penyelidikan
Menanggapi peristiwa ini, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin, memastikan pihak kepolisian tidak tinggal diam. Ia meminta korban atau pihak keluarga segera membuat laporan resmi agar proses hukum dapat berjalan.
“Untuk kejadian yang terjadi itu, korbannya silakan untuk membuat laporan polisi. Kami akan lakukan penyelidikan terkait adanya dugaan penyerangan yang dilakukan oleh sejumlah kelompok bermotor di Jalan Pendidikan Raya,” tegasnya.
Polisi disebut akan melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi, termasuk teman korban yang sempat melarikan diri, serta mengumpulkan bukti-bukti di lokasi. Rekaman CCTV di beberapa titik jalan juga kemungkinan akan ditelusuri untuk mengidentifikasi kelompok pelaku.
Kasus penyerangan yang melibatkan geng motor Makassar ini kembali menambah daftar panjang aksi kriminal jalanan yang meresahkan warga.
Fenomena Geng Motor Masih Menghantui Makassar
Peristiwa ini semakin menegaskan bahwa aksi geng motor masih menjadi ancaman nyata di Makassar. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus penyerangan dan kekerasan jalanan melibatkan kelompok bermotor kerap terjadi dan menimbulkan korban luka bahkan jiwa.
Warga berharap pihak kepolisian bertindak cepat dan memberikan rasa aman, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di pagi buta atau malam hari. Orang tua juga diimbau untuk mengawasi aktivitas anak, serta menghindari perjalanan di jalur rawan kejahatan bila tidak terlalu mendesak.
Harapan Warga: Penindakan Tegas
Masyarakat menilai kasus ini tidak bisa dianggap sepele karena menyasar anak di bawah umur dan terjadi di ruang publik. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kejadian serupa terulang kembali dan menimbulkan korban lebih banyak.
Warga berharap polisi melakukan langkah pencegahan seperti patroli rutin, razia senjata tajam, hingga pembubaran kelompok geng motor yang dinilai meresahkan.
Saat ini keluarga korban memilih fokus pada pemulihan kondisi JN. Sementara proses hukum diharapkan bisa berjalan cepat, transparan, dan memberikan keadilan bagi korban.
Kasus penyerangan ini menjadi pengingat bahwa keamanan publik masih perlu perhatian serius. Pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat diharapkan dapat saling bersinergi untuk mencegah kembali terulangnya aksi brutal di jalanan. Harapannya, penegakan hukum berjalan maksimal, pelaku segera ditangkap, dan korban bisa mendapatkan keadilan serta pemulihan yang layak. Publik akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga ada kepastian hukum dan kondisi korban benar-benar pulih.
G7//DTK SLS










