Global7.id – Ungaran,
Kecelakaan beruntun terjadi di Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 18.45 WIB. Sebuah truk diduga mengalami rem blong hingga menabrak 10 kendaraan yang sedang berhenti di lampu lalu lintas. Insiden ini melibatkan dua mobil dan delapan sepeda motor.
Peristiwa tersebut terjadi saat arus lalu lintas di jalur dari Ungaran menuju Salatiga terpantau ramai. Menurut saksi mata di lokasi, saat kejadian lampu lalu lintas di kawasan exit tol sedang menyala merah sehingga sejumlah kendaraan berhenti menunggu giliran melaju.
Saksi bernama Hardi mengatakan, truk melaju dari arah Ungaran dengan kecepatan yang diduga tidak terkendali. “Lampu merah, jadi banyak kendaraan berhenti. Tiba-tiba truk dari belakang langsung menabrak,” ungkapnya.
Diduga kuat truk mengalami gagal pengereman sebelum menghantam deretan kendaraan yang tengah berhenti. Benturan keras tak terhindarkan. Beberapa sepeda motor terpental dan pengendaranya terjatuh ke badan jalan. Bahkan ada sepeda motor yang terseret hingga berada di bawah badan truk.
Suasana mendadak panik. Warga sekitar dan pengguna jalan lain bergegas memberikan pertolongan. Beberapa korban terlihat mengalami luka lecet dan memar akibat benturan dan terjatuh. Arus lalu lintas pun sempat tersendat karena posisi kendaraan yang berserakan di sekitar persimpangan exit tol.
Petugas dari Polres Semarang melalui Satuan Lalu Lintas segera tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Anggota kepolisian dibantu petugas tol serta warga bahu membahu mengevakuasi sepeda motor yang rusak agar arus kendaraan dapat kembali bergerak.
Baca Juga: Innalillahi… Pelajar MIN di Ketahun Meninggal Dunia, Diduga Keracunan MBG
Kanit Gakkum Satlantas Polres Semarang, Iptu Handriani, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan terkait jumlah korban dan kendaraan yang terlibat. “Untuk kronologis lengkap, jumlah korban, dan kendaraan yang terlibat masih dalam proses pendataan,” ujarnya.
Seluruh korban luka dilaporkan langsung dibawa ke Rumah Sakit At Tin untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban meninggal dunia. Informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya korban jiwa belum dapat dikonfirmasi dan masih menunggu keterangan resmi pihak berwenang.
Dari data awal, dua mobil yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah di bagian belakang. Sementara delapan sepeda motor mengalami kerusakan bervariasi, mulai dari bodi ringsek hingga roda yang patah akibat benturan.
Kawasan Exit Tol Bawen sendiri dikenal sebagai salah satu titik rawan kepadatan, terutama pada jam-jam sibuk sore hingga malam hari. Posisi jalan yang menurun menuju simpang lampu lalu lintas membuat kendaraan berat harus ekstra berhati-hati, terutama dalam menjaga jarak dan kondisi pengereman.
Pengamat transportasi menyebut, kendaraan berat seperti truk sangat bergantung pada kondisi sistem rem yang prima, terlebih saat melintas di jalur menurun. Jika terjadi overheating atau tekanan berlebih pada sistem pengereman, potensi kehilangan kendali bisa meningkat drastis.
Pihak kepolisian juga akan memeriksa kondisi teknis truk serta meminta keterangan sopir untuk memastikan penyebab pasti insiden. Pemeriksaan meliputi sistem pengereman, kelayakan kendaraan, serta kemungkinan faktor lain seperti beban muatan atau kelalaian pengemudi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan ini menjadi pengingat keras bagi pengemudi kendaraan berat agar melakukan pengecekan rutin sebelum beroperasi. Satu kegagalan teknis saja dapat berdampak pada banyak pengguna jalan lain.
Arus lalu lintas di lokasi kejadian dilaporkan kembali normal setelah proses evakuasi selesai dilakukan. Polisi mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut dan selalu menjaga jarak aman, terutama ketika berada di belakang kendaraan besar.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Kepolisian berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru terkait hasil pemeriksaan dan data korban secara resmi kepada publik.
G7/KMP










