Relawan Kemanusiaan KRJ Kembali Jadi Korban Prank, Mbah Alba: Jangan Main-main dengan Nyawa Orang di Jepara

Foto, Mbah Alba dari Komunitas Relawan Jepara (KRJ).

Global7.id – Jepara,

Kejadian tidak menyenangkan kembali menimpa Komunitas Relawan Jepara (KRJ). Salah satu relawan senior, Mbah Alba, mengaku menjadi korban prank telepon darurat yang mengaku membutuhkan ambulans untuk pasien kritis di kawasan Pengkol, Jalan Shima, Jepara.


Kejadian tersebut terjadi pada 14/5, saat Mbah Alba menerima panggilan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pemilik toko SH. Dalam percakapan, penelepon melaporkan ada seorang ibu-ibu yang sedang sekarat dan membutuhkan penanganan medis segera di RSUD Kartini. Tanpa pikir panjang, Mbah Alba langsung meluncur ke lokasi bersama relawan lainnya, Matruki.


“Saya tanya posisi detail rumahnya, dia jawab ‘toko SH itu milik saya’. Lah, itu kan tokonya temen saya,” ungkap Mbah Alba. Meski merasa ada kejanggalan, keduanya tetap bergerak cepat demi menyelamatkan nyawa.


Namun sesampainya di lokasi, bukannya situasi darurat, mereka malah disambut hangat oleh pemilik toko, yang justru kebingungan karena tidak ada satupun orang sakit di sana. “Saya tanya mana yang sakit, temen saya bingung juga. Ternyata dia nggak tahu apa-apa,” lanjutnya.


Merasa dibohongi, Mbah Alba mencoba menelpon kembali si pelapor. Saat tersambung, orang tersebut justru menyuruh agar telepon diteruskan ke pemilik toko. “Saya tolak, dan saya marah. Saya bilang nanti kalau ketemu tak marahin, terus teleponnya dimatikan. Diancuk!” ujar Mbah Alba dengan nada kesal.


KRJ menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mempermainkan layanan kemanusiaan. “Kami selalu siaga 24 jam. Tapi tolong jangan jadikan urusan nyawa dan kedaruratan sebagai bahan mainan. Ini bukan hal sepele!” tegas Mbah Alba.


Pihak KRJ berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan masyarakat lebih bijak menggunakan layanan darurat, demi keselamatan dan kemanusiaan.***


Sumber: G7/AR.

Pos terkait