Global7.id – Purwodadi,
Global7.id, Purwodadi – Puskesmas Purwodadi membuat inovasi Pelayanan Penderita Gangguan Jiwa Puskesmas Purwodadi (Layar Tawa Pudi). Layanan yang bertujuan semua penderita gangguan jiwa berat di Purwodadi mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, sehingga tidak ada ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) yang dipasung lagi dan untuk menurunkan angka kambuhnya ODGJ.
Inovasi ini menyediakan pelayanan yang holistik kepada ODGJ di rumah tanpa perlu datang ke Puskesmas Purwodadi di masa pandemi.
Dengan inovasi ini ODGJ yang belum bisa mandiri mendapatkan perawatan fisik (kebersihan perorangan) dan diajari untuk memenuhi kebutuhan mandiri dan mengajak keluarga untuk selalu mengajak berkomunikasi secara teraupetik.
Sebelum adanya inovasi ini ODGJ dan keluarga sering tidak mendapat pelayanan kesehatan yang berkesinambungan. ODGJ sering berobat secara tidak rutin, sehingga sering mengalami kekambuhan.
Sumber daya manusia yang terlibat dalam inovasi ini terdiri dari petugas program kesehatan jiwa Puskesmas Purwodadi, 13 orang bidan Desa, TKSK dari Dinas Sosial, Babinsa dan Bhabinkamtibmas di 13 desa, Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Purwodadi, serta perangkat desa yang ada di kecamatan Purwodadi.
“Dengan adanya inovasi ini koordinasi dengan lintas sektor terkait penemuan dan penanganan ODGJ di Kecamatan Purwodadi dapat lebih cepat dan tepat,” beber Meita Devi R selaku Kepala UPT Kesehatan Puskesmas Purwodadi.
Dari data world health organization (WHO), ada sekitar 450 juta jiwa penderita gangguan jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensi rumah tangga yang memiliki Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), per 1.000 rumah tangga terdapat 7 rumah tangga dengan ODGJ. Diperkirakan terdapat sekitar 450 ribu ODGJ berat.
“Pasien ODGJ diajak untuk melakukan kegiatan yang bersifat positif seperti menyalurkan hobi, membersihkan diri sendiri dan lingkungan sekitar,” imbuh Meita Devi R










