Global7.id – Jepara,
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, digelar dengan penuh semangat di balai desa setempat. Acara ini dihadiri oleh Camat Pakis Aji, Eko Suliatiyo, beserta jajaran, Petinggi Desa Mambak Hafi Prayitno, perangkat desa, BPD, Koramil, Polsek, ketua RT dan RW, Karang Taruna, PKK, perwakilan dari Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Puskesmas Pakis Aji, serta tokoh pemuda dan masyarakat.
Dalam Musrenbangdes kali ini, Desa Mambak berfokus pada penyusunan rencana pembangunan tahun 2025-2026 dengan harapan agar pembangunan desa tidak hanya terpusat pada infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat, yang selama ini sering kali terabaikan.
Penguatan Ekonomi dan Penanganan Stunting Jadi Prioritas
Petinggi Desa Mambak, Hadi Prayitno, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak bisa hanya diukur dari infrastruktur fisik semata, tetapi juga harus memperhatikan ekonomi masyarakat. “Seringkali tolok ukur keberhasilan desa adalah pembangunan fisik, sementara penguatan ekonomi sering dilupakan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti masalah JKN KIS yang banyak tidak aktif, mendorong warganya untuk menggunakan BPJS Mandiri agar tetap mendapat pelayanan kesehatan. Untuk mendukung kesehatan masyarakat, Posbindu di Desa Mambak telah disediakan secara gratis bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan ringan seperti batuk, pilek, atau demam.
Selain itu, Hadi Prayitno menegaskan bahwa anggaran desa pada tahun 2025 akan memprioritaskan penanganan stunting yang masih menjadi masalah serius di Desa Mambak.
“Harapan kami, tahun depan masalah stunting dapat kita atasi dengan program yang lebih terarah dan menyeluruh,” katanya.
Fokus pada Pembangunan Prioritas
Camat Pakis Aji, Eko Suliatiyo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang hadir dan terlibat dalam Musrenbangdes Desa Mambak. Ia menekankan pentingnya musyawarah ini dalam menyusun rencana pembangunan yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Eko juga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan, sehingga diperlukan kebijakan skala prioritas.
“Dalam pembangunan, kita harus fokus pada 80% kebutuhan utama dan 20% kepentingan lainnya,” jelasnya.
Dana yang ada diharapkan dapat digunakan secara proporsional, dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya dalam mendukung ekonomi kreatif.
Di bidang keamanan, Eko menyoroti dua kasus yang tengah menjadi perhatian di wilayah Pakis Aji, yakni perampasan motor dan handphone. Ia berharap dengan sinergi semua pihak, keamanan di wilayah ini dapat terus ditingkatkan.
Musrenbangdes Desa Mambak ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan desa di tahun mendatang. Dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi, kesehatan, dan penanganan stunting, Desa Mambak berharap dapat mewujudkan desa yang lebih sejahtera dan berdaya saing tinggi. Musyawarah ini diakhiri dengan optimisme bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya akan membawa dampak positif bagi kemajuan Desa Mambak.***
Sumber: G7.
Wartawan: AR.










