GLOBAL7 JEPARA – Seorang petani berusia 72 tahun ditemukan meninggal dunia di kawasan Hutan Sono, RPH Kancilan, Petak 47C, Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jumat (14/8/2026).
Korban diketahui berinisial SNW, warga Desa Kedungleper, Kecamatan Bangsri, Jepara. Sehari-hari, korban bekerja sebagai petani sekaligus pekebun.
Kapolsek Kembang AKP Heru Setyawan, S.H. dan Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Andika Oktavian Saputra membenarkan adanya penemuan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Andika mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Berangkat Mencari Rumput
Peristiwa tersebut bermula saat korban berangkat ke kawasan Hutan Kancilan sekitar pukul 07.30 WIB untuk mencari rumput.
Korban diantar oleh Rohmawati. Sebelum ditinggalkan, SNW berpesan agar dirinya dijemput kembali sebelum waktu salat Jumat.
Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, saat Rohmawati kembali ke lokasi yang biasa digunakan untuk menjemput korban, SNW sudah tidak berada di tempat.
Rohmawati kemudian pulang dan meminta bantuan Sudiyan untuk mencari keberadaan korban.
Pencarian dilakukan hingga sekitar pukul 13.30 WIB. Sudiyan akhirnya menemukan korban dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan posisi tengkurap di kawasan Hutan Sono RPH Kancilan, Petak 47C.
Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga dan diteruskan kepada pihak kepolisian.
Diperiksa Dokter, Tak Ditemukan kekerasan
Petugas Polsek Kembang selanjutnya melakukan penanganan di lokasi dan pemeriksaan terhadap jenazah.
Berdasarkan pemeriksaan luar oleh dokter dr. Dara Rifqotussunniyah dari Puskesmas Kembang, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Sejumlah luka lecet ditemukan pada tangan dan lengan sebelah kiri yang diduga akibat terjatuh. Luka lecet juga ditemukan pada bagian dahi dan mulut.
Sementara itu, bagian punggung korban mengalami kondisi melepuh yang diduga akibat paparan sinar matahari dan panas yang cukup tinggi.
Diduga Kelelahan dan Terpapar Panas
Dari keterangan keluarga, korban disebut tidak memiliki riwayat penyakit tertentu dan tidak pernah menjalani pengobatan.
Dengan mempertimbangkan usia korban, aktivitas mencari rumput, serta kondisi cuaca yang panas, kepolisian menyebut korban dimungkinkan mengalami kelelahan hingga heatstroke.
Meski demikian, dugaan tersebut merupakan hasil penilaian awal berdasarkan kondisi di lapangan dan pemeriksaan luar. Polisi memastikan sejauh pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi korban meninggal akibat tindak kekerasan.
Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya warga yang bekerja di luar ruangan, agar memperhatikan kondisi tubuh saat beraktivitas di tengah cuaca panas.
Apabila mulai merasakan kelelahan, pusing, lemas, atau gejala lain akibat paparan panas, aktivitas sebaiknya segera dihentikan dan mencari tempat yang lebih teduh serta mendapatkan pertolongan.
Global7/SGX










