JEPARA, Global7.id – Memasuki puncak musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di seluruh wilayah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo saat memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana di Pendopo Kabupaten Jepara. Rakor tersebut dihadiri Forkopimda, BPBD, TNI-Polri, Camat, serta relawan kebencanaan. Jum’at (9/10/2026).
Wakil Bupati yang akrab disapa Gus Hajar tersebut menegaskan, seluruh stakeholder harus bersinergi dan tidak menganggap remeh potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Apalagi Jepara memiliki karakteristik wilayah yang lengkap, ada pegunungan, dataran, dan pesisir.
“Potensi bencana di Jepara ada banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang pasang rob. Maka kesiapsiagaan harus kita perkuat sejak sekarang, jangan sampai kita telat,” ujar Gus Hajar.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Jepara, sedikitnya ada 11 kecamatan yang masuk kategori rawan banjir, 4 kecamatan rawan longsor di wilayah Kecamatan Keling, Kembang, Pakis Aji dan Donorojo, serta beberapa desa pesisir rawan banjir rob seperti Kedung, Tahunan dan Karimunjawa.
Untuk menghadapi itu, Pemkab Jepara telah menyiapkan sejumlah langkah strategis:
1. Siagakan Personel dan Logistik: BPBD menyiagakan 23 personel rescue cepat 24 jam, perahu karet, tenda pengungsi, serta 500 relawan gabungan yang telah dilatih.
2. Aktifkan Desa Tangguh Bencana: Saat ini sudah ada 6 Desa Destana yang menjadi pilot project.
3. Siapkan Anggaran Darurat: Dana Belanja Tak Terduga (BTT) telah disiapkan untuk percepatan penanganan jika status tanggap darurat ditetapkan.
4. Inventarisir Kebutuhan Kepulauan: Khusus Karimunjawa, stok pangan, BBM, dan LPG dipastikan aman selama musim baratan.
Bupati juga menginstruksikan para Camat dan Petinggi untuk mengaktifkan kembali gotong royong bersih sungai dan drainase, serta sosialisasi mitigasi ke warga yang tinggal di dekat tebing dan bantaran sungai.
“Intinya, pemerintah siap, warga juga harus waspada. Laporkan cepat jika ada tanda-tanda awal bencana,” pungkasnya.
Diskominfo/AA










