Pemdes Damarjati Angkat Suara: Kami Bekerja, Bukan Bermalas-malasan!

Foto, Pemdes Damarjati Angkat Suara: Kami Bekerja, Bukan Bermalas-malasan!

Global7.id – Jepara, 

Pemerintah Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, akhirnya buka suara menanggapi sorotan publik terkait kedisiplinan aparatur desa dan dugaan keterlambatan pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan bagi perangkat desa.

 

Dalam klarifikasinya, pihak pemerintah desa menegaskan bahwa tudingan aparatur malas bekerja dan pelayanan publik terbengkalai tidak sepenuhnya benar. Mereka menilai pemberitaan yang beredar telah menyederhanakan keadaan tanpa memahami konteks kerja perangkat desa di lapangan.

 

“Kritik Boleh, Tapi Jangan Menyerang”
Petinggi Desa Damarjati, Kasno, menegaskan bahwa pihaknya bekerja sesuai tugas masing-masing, meski sering kali kegiatan dilakukan di luar kantor.

 

“Kami bukan duduk santai menunggu waktu lewat. Sebagian perangkat sedang mengurus urusan administrasi di kecamatan atau mendampingi kegiatan warga di lapangan. Tapi karena difoto di jam tertentu, seolah kami tidak bekerja. Itu framing yang tidak adil,” tegas Kasno, Jumat (17/10/2025).

 

Ia menambahkan, pemerintah desa terbuka terhadap kritik dan pengawasan publik, namun menolak cara penyampaian yang disertai tekanan dan kata-kata kasar.

 

“Kami siap dibina, tapi bukan diintimidasi. Datanglah dengan niat baik, bukan dengan rombongan yang membuat gaduh,” ujarnya.

 

Sementara itu, Bendahara Desa Damarjati, Nur Khalimah, memberikan penjelasan rinci terkait isu keterlambatan pembayaran BPJS Ketenagakerjaan almarhum Suwarno, salah satu perangkat desa.

 

Bacaan Lainnya

“BPJS perangkat desa memang diambil dari dana BHPR. Karena pencairan dana desa mengalami keterlambatan, proses pembayaran juga ikut tertunda. Tapi dananya tidak hilang, tidak dipakai untuk hal lain,” jelasnya.

 

Ia juga mengaku mendapat perlakuan tidak pantas saat mencoba memberikan penjelasan kepada pihak warga yang datang ke kantor desa.

 

“Saya diserang dengan kata-kata kasar seperti goblk* dan as**. Padahal saya hanya ingin menjelaskan secara terbuka. Ini sangat tidak elok, apalagi di tempat pelayanan publik.

 

Suasana Tegang di Balai Desa: Ada Rekaman CCTV

Menurut Zainuri, salah satu perangkat desa, rombongan warga yang dipimpin oleh Agus datang ke Balai Desa bersama sekitar 18 orang, termasuk perwakilan media dan LSM.

 

“Situasi sempat tegang karena Agus Alesa sempat mendorong salah satu perangkat desa bahkan agus alesa juga menarik kerah baju (nyengkiweng) purnomo dari perangkat desa semua di tantang untuk berkelahi Banyak saksi dan semua terekam CCTV. Jadi publik bisa menilai sendiri siapa yang berlebihan,” jelasnya.

 

Petinggi Damarjati Kasno menambahkan bahwa pemerintah desa tidak menutup diri terhadap kritik, tetapi menolak tekanan yang disampaikan dengan cara yang provokatif.

 

“Kami tidak akan diam jika desa dijadikan sasaran tekanan. Semua aktivitas di Balai Desa terekam, jadi mari lihat fakta secara objektif,” tambahnya.

 

Dinsospermades Diharapkan Turun Tangan

Baik pihak warga maupun pemerintah desa sama-sama berharap Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Kabupaten Jepara turun tangan untuk memeriksa kondisi di lapangan secara langsung.

 

Agus berharap agar dinas dapat menegaskan kembali pentingnya disiplin dan transparansi dalam pelayanan publik. Sementara Pemdes Damarjati meminta adanya pembinaan dan mediasi agar hubungan antara masyarakat dan aparatur bisa kembali harmonis.

 

“Kami terbuka dikritik, tapi jangan dijadikan bahan pencitraan. Mari sama-sama berbenah,” tegas Kasno.

Peristiwa di Desa Damarjati mencerminkan dinamika klasik birokrasi di tingkat akar rumput masyarakat menuntut pelayanan cepat dan tertib, sementara aparatur desa menghadapi tekanan dan ekspektasi yang tinggi di tengah keterbatasan sumber daya.

 

Keduanya sah untuk didengar, namun keduanya juga perlu belajar menjaga cara dan etika dalam menyampaikan atau menanggapi kritik.

Pemerintah Desa Damarjati menyatakan siap dievaluasi secara terbuka dan berkomitmen memperbaiki kedisiplinan serta sistem administrasi agar pelayanan publik tidak kembali menjadi polemik.

 

“Kami bukan anti kritik. Tapi kami juga tidak akan diam ketika kebenaran dibelokkan. Mari kita kawal desa ini bersama dengan hati yang jernih,” pungkas Kepala Desa Damarjati, Kasno, dengan nada tegas.

 

G7/AR

Pos terkait