Global7.id – Jepara,
Telah terjadi kasus pelecehan seksual di sekolah yang kali ini pelakunya adalah Kepala Sekolah di SMP Negeri yang berada di Desa Kaliamam, Kecamatan Kembang, Jepara.
Terkait kasus ini yang sebelumnya diberitakan di Global7.id tanggal 12/4/2023, Kepala Sekolah yang terduga pelaku pelecehan seksual saat itu mendatangi Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) untuk klarifikasi dan minta perlindungan.
Kasus pelecehan seksual yang dimaksud adalah penyimpangan orientasi seksual oleh pelaku yang terjadi di SMP Jepara, Kamis, (13/4/2023).
Dari penelusuran awak media, ada 6 siswi yang dilecehkan oleh kepala sekolahnya sendiri yaitu, FL, BG, CL, AN, KR, AJ dan SF. Adapun korban saat ini masih duduk di kelas VII/D dan mengaku tengah menjadi obyek pelecehan, mulai diremas payudaranya sampai diraba-raba dibagian vitalnya korban. “Kejadiannya di ruang kepala sekolah,”.
Tak hanya itu, korban juga ditanya ihwal bagaimana cara membuat anak. Korban pun tidak nyaman dengan pertanyaan sensitif tersebut. Untuk pelecehan verbal, korban ditanya seputar alat kelamin perempuan dan fungsinya. Kemudian korban langsung pergi.
Karena sudah tidak tahan dengan perlakuan kepala sekolahnya dan sering dilecehkan akhirnya dari 6 siswi tersebut memberanikan diri menyampaikan ke teman sekelasnya dan melaporkan kepada orangtuanya.
Mul, selaku kakek dari salah satu korban FL yang kemarin berkomunikasi dengan kumite, yang mengatakan, “Ya, maunya dari kumite itu di tindaklanjuti secepatnya dan di mutasi jabatan sebagai kepala sekolah, karena tidak bisa membuat tenang anak-anak sekolah, klo saya maunya lapor polisi, tapi saya semalam dicegah, ” Ujarnya.


Ia menambahkan, “Daripada orang tua korban marah ke sekolahan dan membuat kerusakan trus yang rugi siapa, ” imbuhnya.
Kemudian, awak media menanyakan satu persatu ke para korban. Berawal dari salah satu korban yang dipanggil kepala sekolah ke ruangannya. Korban FL sedikit menceritakan kejadiannya satu bulan yang lalu, “Saya ditanya pak kepala sekolah, “Coba lihat perutmu? Trus baju saya dibuka-buka, tapi gak saya lihat kan, saya bilang lagi halangan, trus mau dibuka lagi tapi saya gak mau, karena suara saya keras trus pak Saifudin bilang, husttt jangan keras-keras, ” Ujar FL murid kelas 7D.
Selanjutnya, korban AN yang menceritakan kejadian sekitar 2 minggu yang lalu saat dipanggil ke ruangan kepala sekolah, “Pak Saifuddin tanya gini, kamu pernah pacaran kan?, kamu tau alat kelamin wanita itu apa?, ya tau pak “vagina”, kamu tau gak caranya orang tuamu membuat kamu?, Ya saya gak tau pak, trus kamu pernah nonton video porno-porno gitu gak, saya jawab gak pernah pak, ” Ucap AN siswi kelas 7D.
Kemudian, CL salah satu korban pun ikut menceritakan, “Kamu pernah pacaran gak?, bodimu bagus, itu kata pak Saifuddin, trus saya suka dirangkul rangkul, mau dipegang juga, ” Tutur CL.
Lalu, salah satu korban mengatakan, “Saya di pegang tangan dan pundak saya, kamu tau gak caranya buat anak itu? Trus di jelaskan pak Saifudin, lalu saya mau diajak pergi, trus saya mau diajari, tapi saya gak mau, ” ucap AN.
Sementara itu, CL pun ikut menceritakan tentang kejadian yang menimpa dirinya, “Mau gak kamu jadi pacar aku, pak Saifuddin bilang gitu, trus nanti tak kasih uang setiap hari, ” Jelasnya.
Selanjutnya, SL juga menceritakan kejadiannya, “Saya diomongin tentang pacaran dan mantan pacar, trus saya di omongin tentang itu sambil ini saya di elus-elus, trus ngomong tentang ada montok-montoknya gitu, trus di ruang yang lain iniku dipegang, ” Ungkapnya.
Kemudian, BG pun juga menceritakan, “Saya saat olahraga itu kan basah baju saya, trus kamu itu loh enak itunya klo di lihat dan orang lain juga lihat enak, katanya pak Saifudin, ” Jelasnya.
BG menambahkan, “Ada lagi, saat hujan saya ngompol trus saya ijin mau pulang, trus saya mau ganti celana dalam pak, boleh gak pak, gak usah, gini celana dalam kamu copot trus kamu gak usah pake celana dalam, kan kamu klo di rumah gak pernah pakai celana dalam toh, “Imbuhnya.
Tak hanya itu, AJ pun menceritakan kejadian yang menimpanya, “Saat kamu pacaran itu, ini itu yang di raba-raba, trus saya di raba-raba payudara dan lainnya, kata pak Saifudin sebagai contohnya, gitu, ” ujarnya.
Diketahui, dari sumber keterangan para korban pelecehan seksual yang rata-rata masih duduk di bangku kelas 7 dan secara bergantian di sela waktu jam belajar di sekolah.***
Wartawan: Arif Murdikanto.
Sumber: Global7.id
“Berita ini ditayangkan oleh media online Jepara Global7.id dengan berbagai sumber yang valid yang terkait dugaan pelecehan seksual terhadap anak-anak sekolah di Jepara”.
Tag










