Peduli Sopir Ambulans, RSUD Kartini Jepara Sediakan Ruang Transit Lengkap dengan Kopi dan Tempat Tidur

Foto, Peduli Sopir Ambulans, RSUD Kartini Jepara Sediakan Ruang Transit Lengkap dengan Kopi dan Tempat Tidur

Global7.id – Jepara, 

Deru sirine yang memecah jalan kota seringkali membawa satu harapan: nyawa bisa terselamatkan tepat waktu. Namun di balik itu, ada sosok-sosok pengemudi ambulans yang jarang tersorot. Mereka kerap menunggu berjam-jam di halaman rumah sakit, mengantarkan pasien, lalu setia menanti hingga kembali membawa pulang.

 

 

Kini, RSUD Kartini Jepara mencoba memberi balas budi sederhana untuk mereka. Sebuah ruang transit khusus telah disediakan di area parkiran ambulans. Di dalamnya, tersedia sofa empuk, kasur lengkap dengan bantal dan guling, kipas angin yang berputar pelan, dispenser berisi air panas dan dingin, serta kopi dan teh gratis. Tempat yang sederhana, namun penuh makna.

 

 

Wakil Direktur RSUD Kartini, Mustakim, menyebut ruang transit ini lahir dari kepedulian terhadap para sopir ambulans yang selama ini bekerja tanpa mengenal waktu.

 

 

“Kami memahami tugas kawan kawan sangat berat, siaga 24 jam, sering menunggu lama di rumah sakit. Kami ingin memberi ruang agar mereka bisa beristirahat dengan tenang, minum kopi atau teh, bahkan tidur jika perlu,” tuturnya.

 

Bagi para sopir ambulans, ruang kecil itu menjadi oase. Tidak lagi harus beristirahat di balik kemudi atau sekadar duduk di bawah pohon ringin halaman rumah sakit. Kini ada tempat rebah, ada ruang hangat yang terasa seperti rumah kedua.

 

 

Bacaan Lainnya

Ketua Paguyuban Ambulans Jepara, Abdul Rosyid, menyampaikan sangat mengapresiasi atas kebijakan tersebut.

 

 

“Bagi kami, ini bukan sekadar ruang. Ini bentuk penghargaan nyata atas kerja sopir ambulans. Kami merasa diperhatikan, dihargai, dan bisa bekerja dengan lebih tenang. Semoga langkah baik RSUD Kartini ini bisa dicontoh oleh rumah sakit lain,” katanya.

 

Hal senada diungkapkan Mbah Alba, sesepuh komunitas relawan Jepara yang sudah malang melintang dalam dunia kemanusiaan, bahkan sering bertugas hingga keluar kota. Baginya, fasilitas transit ini bukan sekadar tempat, melainkan simbol penghargaan atas dedikasi tanpa pamrih para sopir ambulans.

 

 

“Saya sudah puluhan tahun ikut di dunia kemanusiaan. Saya tahu betul, sopir ambulans sering tidak makan tepat waktu, tidur seadanya, bahkan bertaruh nyawa di jalan. Dengan adanya ruang transit ini, saya merasa haru. Ini artinya perjuangan mereka mulai diakui. Semoga terus dijaga dan menjadi inspirasi bagi semua pihak ucapnya.

 

Ruang transit sederhana itu mungkin tak banyak bicara. Tapi di setiap tegukan kopi hangat dan di balik bantal yang menyandarkan lelah, tersimpan penghormatan bagi mereka yang senyap berjasa menjaga kehidupan di jalanan.

 

 

G7/AR

Pos terkait