Pasangan Menginap di Hotel Pakai Masker dan Helm Saat Check-in, Apa Tujuannya?

Foto, ilustrasi (check-in di hotel)

Global7.id – Mojokerto,

Dalam kehidupan manusia memang tak luput dari godaan setan yang terkutuk. Salah satunya godaan tentang perselingkuhan yang kerap terjadi dimana-mana.


 

Perselingkuhan seperti itu menjadi hal biasa jika kita menelisik di hotel-hotel kelas menengah ke bawah.


 

Saat Vico Rahman sekeluarga berkunjung ke Mojokerto, Jawa Timur yang kami lakukan setiap 3 sampai 4 bulan karena, istri Vico Rahman adalah asli Mojokerto sedangkan Vico sendiri asli Jepara.


 

Vico dan keluarga selalu menginap di hotel tak berbintang namun hotelnya nyaman, bersih dan luas ukuran kamarnya.


 

“Saat saya sudah sampai dari perjalanan ke Mojokerto dari Jepara. Kok saya sering lihat pasangan dewasa klo dilihat umurnya ya sekitar 40-50 tahun yang bayar hotel di lobi, oh itu hal wajar, ” ujar Vico Rahman pimpinan redaksi Global7.id media online lokal di Jepara, (29/6/2024).


 

“Tapi maaf, bukan suudzon ya, tapi kenapa klo memang pasangan suami istri harus pakai masker dan pakai helm dan juga jaketan supaya samar-samar saat bayar hotel di lobi. Terlihat juga hanya membawa dompet saja baik dari si laki-laki dan perempuan. Klo memang pasangan itu perjalanan jauh minimal bawa tas untuk ganti baju, ” imbuhnya.


 

Lanjut Vico menceritakan, “Keesokan harinya, pasangan itu check out dari hotel dengan pakaian yang sama kayak sebelumnya. Siapapun pasti berpikiran negatif jika lihat pasangan itu, ” tuturnya.


 

Bacaan Lainnya

Jadi, kalau memang pasangan suami istri yang menginap pasti bawa barang-barang bawaan dan ganti baju setelah menginap di hotel.


 

Tapi, memang ada perbedaan antara hotel berbintang dan tidak, yang jelas sekali pada peraturan dari pihak hotel tersebut. Misalnya, hotel berbintang pasti menanyakan buku nikah resmi jika ada pasangan suami istri yang mau nginap. Minimal alamat KTP yang sama jika memang tidak membawa buku nikah.


 

Terlihat juga dari penampilan pasangan suami istri yang baik jika mau menginap. Terutama pada barang bawaannya seperti, bawa koper, tas, wajah tidak tertutup masker dan bawa mobil pribadi dan juga pasti bersama anak-anaknya.


“Maaf, hotel yang tak berbintang itu memang buka harga yang ekonomis dan terjangkau oleh para penginap hotel. Ya klo di resepsionis di tanya buku nikah ya pasti hotel itu gak laku. Lambat laun juga hotel itu bisa terkenal oleh masyarakat setempat yang bisa buat tempat selingkuh. Maaf disini saya tidak menjelekkan hotel loh. Saya tau setiap hotel tentunya ingin laris manis walaupun sedikit menentang dari norma agama, ” jelasnya.


 

“Trus yang banyak orang katakan, jika ada seseorang berbuat mesum di tempat tinggal umum seperti kos-kosan atau hotel-hotel kelas ekonomi, maka orang lain bisa terkena imbasnya untuk masalah rejeki, meskipun tidak melakukan perbuatan mesum, ” terangnya.


“Dari kejadian itu, saya dan keluarga besoknya pindah hotel, takut kena imbasnya, ” pungkasnya.***

Sumber,: G7.

Pos terkait