Oven Dapur MBG Meledak Saat Uji Coba, Relawan Sempoyongan dan Warga Banyumas Panik

Foto, Oven Dapur MBG Meledak Saat Uji Coba, Relawan Sempoyongan dan Warga Banyumas Panik

Global7.id – Banyumas, 

Suara dentuman keras yang menggetarkan permukiman warga mendadak memecah suasana tenang di Desa Krajan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis siang (5/2/2026). Ledakan tersebut bukan berasal dari trafo listrik maupun tabung gas rumah tangga, melainkan dari sebuah mesin oven pengering ompreng di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih dalam tahap uji coba operasional.

 

Insiden terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Krajan, lokasi yang sejatinya belum resmi beroperasi melayani pendistribusian makanan. Meski demikian, aktivitas relawan telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir untuk mempersiapkan dapur sebelum pelaksanaan program secara penuh.

 

Kepala SPPG Krajan, Elvin Subekti, menjelaskan bahwa pada hari kejadian para relawan datang sekitar pukul 09.00 WIB. Agenda utama mereka adalah membersihkan dapur dan peralatan, termasuk ompreng yang nantinya akan digunakan sebagai wadah makanan bagi penerima manfaat program MBG.

 

Proses pembersihan ompreng dilanjutkan dengan tahap pengeringan menggunakan oven khusus. Menurut Elvin, penggunaan oven tersebut telah dilakukan sesuai prosedur operasional standar dan bukan kali pertama digunakan. Bahkan, pada dua hari sebelumnya, uji coba alat berjalan tanpa kendala berarti.

 

Namun situasi berubah drastis ketika proses pengeringan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tiba-tiba berujung ledakan keras pada pukul 10.40 WIB. Dentuman tersebut mengejutkan para relawan di dalam dapur dan terdengar hingga radius kurang lebih satu kilometer.

 

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi sempat panik dan berlarian menuju sumber suara. Sebagian mengira telah terjadi korsleting listrik atau ledakan bahan berbahaya. Kepanikan juga sempat melanda warga yang sedang mengikuti kegiatan posyandu di sekitar SPPG.

 

Kepala Desa Krajan, Muflichudin, yang saat kejadian berada di Balai Desa, menyebut suara ledakan terdengar sangat jelas meski jaraknya sekitar 50 meter dari dapur MBG. Bahkan, warga di dusun lain yang berjarak hampir satu kilometer turut mendengar dentuman tersebut.

 

Bacaan Lainnya

Saat warga mendekat ke lokasi, sejumlah relawan terlihat keluar dari dalam dapur dengan kondisi sempoyongan. Diduga kuat, guncangan akibat ledakan membuat mereka kehilangan keseimbangan. Beberapa relawan mengalami luka dan langsung mendapat penanganan awal.

 

Selain melukai relawan, ledakan juga mengakibatkan kerusakan fisik pada bangunan dapur. Bagian atap dan tembok di sekitar lokasi oven dilaporkan mengalami kerusakan. Kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, meski angka pastinya masih dalam pendataan.

 

Elvin menegaskan bahwa dapur MBG SPPG Krajan sejatinya dijadwalkan mulai beroperasi pada Senin (9/2/2026). Tahap awal operasional direncanakan melayani sekitar 1.000 penerima manfaat di dua desa, yakni Desa Krajan dan Desa Kranggan, sebelum ditingkatkan secara bertahap.

 

“Kami masih tahap persiapan. Kejadian ini tentu menjadi evaluasi serius sebelum dapur benar-benar beroperasi,” ujar Elvin.

 

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya sudah ada arahan tambahan kepada relawan terkait penggunaan alat, menyusul adanya kejadian serupa di lokasi lain. Meski begitu, ledakan tetap terjadi dan menjadi peringatan penting terkait aspek keselamatan kerja di dapur MBG.

 

Hingga kini, penyebab pasti ledakan oven pengering ompreng masih ditelusuri lebih lanjut. Pihak pengelola bersama aparat terkait akan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi peralatan dan standar keamanan sebelum aktivitas dapur kembali dilanjutkan.

 

Insiden ini menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah persiapan pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar. Keamanan relawan dan kelayakan peralatan pun kini menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

 

G7/ANTR

Pos terkait