Nonton Orkes Dangdut Ngaku Motornya Hilang di Kawak Jepara, Eh Ternyata..

Foto, Rizal memakai kaos hitam dan kedua temannya.

Global7.id – Jepara,

Hiburan di wilayah kabupaten Jepara yang tak lain untuk acara hajatan adalah hiburan orkes melayu musik dangdut. Hiburan orkes dangdut sudah membudaya di wilayah kabupaten Jepara. Tak jarang juga seringnya dimanfaatkan oleh maling yang dengan mudah mencuri sepeda motor yang hanya dititipkan di depan rumah warga yang dekat dengan orang hajatan dan panggung orkes dangdut.


 

Karena seringnya motor hilang, kelompok warga dari pemuda-pemuda setempat berinisiatif untuk membuka jasa parkir dadakan.


 

Namun, beda dengan cerita pemuda yang ngaku sepeda motornya hilang saat parkir di depan rumah warga sekitar.

 


Dari informasi yang diterima, telah ramai diperbincangkan dikalangan masyarakat Jepara (khususnya penikmat musik dangdut) bahwa ada sepeda  motor penonton orkes dangdut yang hilang didepan rumah warga.

 


Rizal warga Desa Rau, kecamatan Kedung, Jepara yang mengaku sepeda motornya hilang pun tui kontroversi. Pasalnya, berbeda jauh dengan apa yang disampaikan oleh Ludik warga Kawak, kecamatan Pakis Aji, Jepara, pada Sabtu (18/1/2025).


 

Informasi hilangnya sepeda motor Rizal di lokasi hajatan dengan hiburan orkes dangdut, menurut Ludik warga Desa Kawak, merupakan kekeliruan.


 

“Itu parkirnya di depan rumah warga, bukan di tempat parkir yang disediakan oleh warga Kawak,” ujar Ludik melalui sambungan telepon, Jumat (17/1/25).


 

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, “Saat dicek itu Rizal tidak memperoleh karcis parkir sekitar jam 21.00 WIB dan Rizal malah tiba-tiba kena telawur (pukulan menyasar ke kepala Rizal) oleh penonton orkes dangdut lainnya, yang sedang ribut-ribut pada sesama penonton di lokasi orkes dangdut di Desa Kawak, ” imbuh Ludik.


 

Ia juga menjelaskan bahwa orkes dangdut itu berada di area khusus, sementara warga luar (bukan undangan) hanya di pinggir jalan.


 

“Itu acara sendiri pribadi (wong nduwe gawe), untuk pemuda dan warga umum berada di luar sekitar pinggir jalan,” jelas Ludik.


 

Kemudian, saat acara belum selesai, kata Fitri seorang warga Desa Kawak yang mendengar obrolan Rizal yang mengatakan bahwa, “Rizal hendak pulang, ternyata sudah hilang motornya, ” kata Fitri.


 

“Motor di depan rumah warga, tapi pemilik rumah tidak di rumah, jadi tidak tahu kronologi hilangnya,” jelas Fitri menjelaskan dari apa yang dikatakan Rizal.

 


Berdasarkan informasi dari Rizal yang diterima Fitri, “Itu motor dikunci stang ke kanan, tapi tetap saja hilang. Rizal bersama dua temannya berakhir linglung dan putus asa, karena sudah mencari motor Honda Beat warna hitam dop berpelat K 3568 HV ke sana ke mari tapi tidak ketemu, ” terang Fitri.


 

Kemudian mereka (Rizal dan kedua temannya) dihampiri oleh beberapa warga Desa Kawak dan dibantu mencari keberadaan motor tersebut.


 

Para warga sudah mencari ke Setro Desa Kawak, tapi tidak ketemu. Lalu, Rizal berinisiatif untuk bertanya ke temannya sendiri yang paham soal gaib, tapi tetap saja tidak ketemu.


 

Selain itu, hingga ada salah seorang warga mengatakan bahwa sempat melihat motor Honda beat yang ada di tengah di step (dorong) seseorang. Namun pas dicari bersama warga, motor tidak ketemu.


 

Kemudian, Rizal dan kedua temannya di bantu warga dengan diberikan makan dan disuruh sabar menunggu oleh warga. Akhirnya sampai pukul 02.00 WIB dini hari pada Rabu (15/1/25), akhirnya proses pencarian sepeda motor dihentikan.


 

Rizal bersama kedua temannya diajak masuk ke salah satu rumah warga. Mereka bertiga dibuatkan mie rebus karena kondisi Desa Kawak sedang hujan. Setelah itu, Rizal dipinjamkan handphone supaya menghubungi keluarga di rumah. Tidak lama, mereka dijemput keluarganya.


 

Fakta Lain

Menurut keterangan keluarga Rizal yang bernama T yang datang ke lokasi orkes dangdut, ternyata Rizal menyampaikan keterangan berbeda dengan fakta. Menurut pengakuan Rizal saat pergi bersama temannya ke Desa Kawak untuk nonton orkes dangdut itu tidak membawa sepeda motor.


 

“Tapi, saat sudah sampai di lokasi orkes dangdut, Rizal membawa beberapa puluh ribu, namun uang tersebut dibuat membeli minuman keras, ” kata T dari pengakuan Rizal.


 

Setelah disidang oleh T di lokasi orkes dangdut, Rizal mengakui perbuatannya dan meminta permohonan maaf kepada warga Desa Kawak dan minta maaf pada keluarga Rizal karena telah melakukan tindakan keliru.


 

“Dia (Rizal) takut menjelaskan sejujur-jujurnya, jadi nekat memberikan keterangan yang berbeda dari fakta,” jelas T.


 

Saat ini, T telah menghubungi pihak warga Desa Kawak dan meminta maaf. Karena keluarganya telah melakukan kesalahan.


 

“Sudah saya hubungi, semoga masalah ini lekas usai,” pungkasnya.***

Sumber: LBJ.

Pos terkait