Global7.id – Nasional | Jumat, 12 Desember 2025
Gelombang kritik dari warganet kembali mencuat setelah sebuah video yang memperlihatkan sejumlah kepala desa berjoget saat aksi demonstrasi beredar luas di media sosial. Rekaman yang pertama kali muncul di Instagram itu menampilkan para kades melakukan gerakan joget tidak jelas di tengah massa aksi, saat mereka sedang menyuarakan tuntutan perpanjangan masa jabatan kepala desa.
Kepala Desa Demo Tuntut Cabut Aturan Menteri Keuangan Tentang Pengalokasian Dana Desa.
Para pengunjuk rasa meminta Presiden Prabowo Subianto mencabut sejumlah aturan, terutama peraturan menteri keuangan (PMK) Nomor 81 tahun 2025 tentang Pengalokasian Dana Desa, penggunaan dan penyaluran dana desa tahun anggaran 2025,” demikian narasi dalam akun TikTok @suararakyat_45 seperti dilihat Global7, Jum’at (12/12/2025)
Aksi itu langsung memicu reaksi keras. Banyak warganet menganggap sikap tersebut tidak mencerminkan kehormatan jabatan, apalagi dilakukan di momen yang seharusnya penuh keseriusan.
“Ini demo atau pesta joget? Kok seperti nggak punya wibawa,” tulis salah satu komentar yang ramai mendapat likes.
Tidak sedikit pula warganet yang merasa tindakan tersebut memperburuk citra pemerintah desa di mata publik. Sebagian menganggap aksi joget itu bisa mengurangi legitimasi tuntutan yang sedang diperjuangkan, dan berpotensi menimbulkan persepsi bahwa aspirasi warga hanya dijadikan bahan hiburan.
Pengamat kebijakan publik menilai, viralnya video ini menunjukkan meningkatnya sensitivitas masyarakat terhadap etika pejabat publik, terutama di era digital ketika setiap gerak-gerik mudah terekam dan tersebar.
“Perilaku seperti ini harusnya dihindari. Kepala desa adalah figur yang dilihat langsung oleh masyarakat. Ketika aksi serius justru diwarnai tingkah yang tidak relevan, kepercayaan publik bisa menurun,” ujar seorang pengamat dalam keterangannya.
Hingga pagi ini, video tersebut masih menjadi sorotan di berbagai platform sosial. Percakapan mengenai demo kades, masa jabatan, hingga etika pejabat publik terus bertambah dan masuk dalam daftar pembahasan yang trending.
Pihak asosiasi kepala desa belum memberikan penjelasan resmi terkait fenomena viral tersebut. Publik pun menunggu apakah akan ada klarifikasi atau evaluasi atas perilaku para kades yang terekam dalam video kontroversial itu.
G7/TEAM










