Viral Mencekam! Mobil SPPG Hantam Gerbang SD di Kebumen, Sopir Ngamuk dan Pukuli Warga yang Menolong

Foto, Sopir MBG di Kebumen yang Ngamuk

Global7.id – Kebumen, 

Mobil SPPG yang menabrak gerbang sekolah dasar di Kebumen mendadak viral di media sosial. Insiden ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa, karena sopir mobil tersebut justru mengamuk dan menyerang warga yang berniat menolong, hingga menyebabkan belasan orang luka-luka.

 

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat sore, 6 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB di SDN Clapar, Kecamatan Karanggayam. Saat kejadian, kondisi sekolah sedang kosong karena kegiatan belajar mengajar telah usai. Fakta inilah yang kemudian disebut polisi sebagai faktor penting yang mencegah jatuhnya korban dari kalangan siswa.

 

Dalam video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, terlihat mobil melaju tak terkendali sebelum akhirnya menghantam pagar sekolah dengan keras. Suara benturan keras memancing warga sekitar untuk mendekat dan memberikan bantuan. Namun situasi yang awalnya penuh niat baik itu berubah menjadi kekacauan.

 

Pelaksana Harian Kapolsek Karanggayam, Ipda Samun, menjelaskan bahwa mobil tersebut mengalami gangguan sebelum akhirnya menabrak pagar dan dinding talut sekolah. “Mobil melaju tidak terkendali, sempat naik, berbelok, lalu menghantam pagar sekolah. Setelah salah satu ban pecah, kendaraan oleng dan menabrak dinding talut di depan sekolah,” ujar Samun saat dikonfirmasi.

 

Pengemudi mobil diketahui bernama Ajiz Setyo Wihantoro (39), warga Desa Karangsambung, Kecamatan Karanggayam. Menurut keterangan polisi, setelah kecelakaan terjadi, kondisi psikologis sopir tidak stabil. Saat warga mencoba menolong dan mengamankan situasi, Ajiz justru meluapkan emosi dengan cara brutal.

 

“Warga yang berniat menolong malah menjadi sasaran kemarahannya. Sopir mengamuk dan menyerang warga sekitar. Situasi menjadi chaos, sehingga kami harus segera mengamankan yang bersangkutan ke Polsek,” lanjut Samun.

 

Akibat aksi mengamuk tersebut, sekitar 15 warga dilaporkan mengalami luka-luka ringan. Sebagian besar korban mengalami memar dan lecet akibat pukulan serta benda tumpul yang digunakan pelaku saat meluapkan amarahnya. Para korban langsung mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

 

Bacaan Lainnya

Beruntung, tidak ada korban dari kalangan siswa maupun guru. Polisi memastikan bahwa pada pukul 17.00 WIB, area sekolah sudah dalam keadaan kosong. “Alhamdulillah, siswa tidak ada di lokasi saat kejadian. Jika ini terjadi di jam sekolah, dampaknya bisa jauh lebih fatal,” kata Samun.

 

Kasus ini langsung ditangani oleh jajaran Polres Kebumen. Kasat Reskrim AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata menegaskan bahwa proses hukum terhadap sopir akan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. “Sopir sudah diamankan, para korban sudah mendapat pertolongan medis, dan penyelidikan terus kami lakukan. Semua akan diproses sesuai aturan hukum,” tegasnya.

 

Pihak kepolisian juga masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi fisik dan mental pengemudi saat mengemudikan kendaraan. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian, pengaruh zat tertentu, atau faktor lain yang memicu perilaku agresif sopir setelah kecelakaan.

 

Di media sosial, video kejadian ini menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mengecam keras tindakan sopir yang tidak hanya membahayakan keselamatan di jalan, tetapi juga menyerang warga yang berniat menolong. Tak sedikit pula yang mempertanyakan standar pengawasan dan kesiapan mental pengemudi kendaraan operasional, terutama yang membawa atribut pelayanan publik.

 

“Ini bukan sekadar kecelakaan, tapi sudah masuk ranah kriminal,” tulis seorang warganet. Komentar lain menyebut kejadian ini sebagai peringatan keras bagi semua pihak agar lebih selektif dan ketat dalam memastikan kondisi pengemudi sebelum mengoperasikan kendaraan.

 

Pengamat keselamatan lalu lintas menilai insiden ini menjadi alarm serius tentang pentingnya evaluasi kesehatan fisik dan mental pengemudi. Terlebih, kendaraan yang terlibat merupakan kendaraan pelayanan, yang seharusnya menjunjung tinggi keselamatan dan etika di jalan raya.

 

Peristiwa mobil SPPG menabrak gerbang sekolah dan sopir mengamuk di Kebumen ini kini menjadi sorotan nasional. Selain menyisakan trauma bagi warga sekitar, kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas tidak hanya soal kendaraan dan jalan, tetapi juga kesiapan mental pengemudi.

 

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak ragu melaporkan perilaku berkendara yang membahayakan. Sementara itu, publik menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut terkait kasus yang viral dan menggemparkan ini.

 

G7/GLN

 

Pos terkait