Mobil Rental di Gadaikan, Warga Suwawal timur Jepara Laporkan

Foto, ilustrasi kejadian mobil rental di gadaikan

Global7.id – Jepara, 

Kasus penipuan mobil rental terjadi di Desa Suwawal Timur, Pakis Aji baru-baru ini. Korban merupakan pemilik usaha rental mobil. Mobilnya disewa untuk digadaikan tersangka.

 


Kapolres Jepara AKBP Warsono melalui Kasatreskrim AKP Ahmad Masdar Tohari menjelaskan pihaknya membenarkan telah terjadi penangkapan tersangka penipuan rental mobil. Korbannya adalah Nur Zaini, warga Desa Suwawal Timur RT 02 RW 01 Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.

 


Kepada wartawan, korban–Nur Zaini, pemilik usaha rental mobil–menceritakan kronologi. Pada pertengahan Januari 2023, datanglah A, warga Tahunan yang ingin merental mobilnya. Yakni mobil Avanza tahun 2015, platnya B. Mulanya A menyewa mobil selama 10 hari. Lalu meminta perpanjang 10 hari. Nur Zaini mulai curiga karena berdasarkan GPS mobil tidak bergerak. A sudah mengirim biaya sewa, namun Nur Zaini meminta informasi terkait keberadaan fisik mobilnya. Untuk kepastian.


 


“Bilangnya dia (A) mobil tidak dipakai. Mobil itu ditukar dengan kerabatnya karena nggak bisa pakai manual, tapi matic. Ya sudah saya percaya aja. Dia juga bayar uang sewa. Tapi saya kan mau liat keberadaan mobilnya. Pas lihat kok sudah digadaikan,” jelasnya.

 


Nur Zaini mengaku, ia menemukan mobilnya sudah berpindah tangan dengan seorang warga di Kalitekuk, Ngabul. “Akhirnya saya minta mediasi dengan pihak yang bersangkutan. Infonya mobil itu sudah dijual dengan harga Rp 30 juta. Orang itu tahunya ada BPKB-nya. Ternyata dia juga tidak tahu bahwa itu mobil rentalan. Akhirnya dikasih waktu tiga hari, saya kan mau mobil saya kembali karena untuk kerja,” kata Nur Zaini.


 


Bacaan Lainnya

Namun tak disangka mobil itu dibawa pergi. Nur Zaini ikut membuntuti kemana mobil itu pergi. Dari GPS, Nur Zaini melihat mobil itu pergi dengan cepat ke arah Purwodadi. Sampai di Desa Saban, Kecamatan Gubug, Grobogan, Nur Zaini melihat mobil itu berhenti di sebuah toko retail.


 

Disana, ia merasa terancam karena ada rombongan yang terlihat seperti preman. Ia bahkan sempat cekcok dengan rombongan tersebut. Rombongan itu bersikeras, bila Nur Zaini ingin mobilnya kembali ia harus menyerahkan uang sejumlah Rp 30 juta. Saat itu juga mobilnya dibawa ke sebuah lokasi milik salah satu rombongan. Kata Nur Zaini, mobilnya ditutup dengan cover dan GPS-nya dimatikan di lokasi tersebut.


Kasus ini masih dalam penyidikan dan waspadalah terhadap aksi serupa dan penggelapan mobil.***

Sumber: RK.


Tag

Pos terkait