Global7.id – Jepara,
Mengenal Sosok Tenaga Ahli Programmer dari Diskominfo Jepara
Dunia IT belakangan ini tengah berkembang. Kemunculan berbagai startup dan perusahaan berbasis teknologi jadi salah satu alasannya. Hal tersebut membuat kebutuhan perusahaan hingga pemerintahan pusat maupun daerah akan sangat membutuhkan seorang programmer.
Perlu diketahui, programmer merupakan seseorang yang menulis kode untuk menciptakan perangkat lunak komputer.
Istilah ini merujuk ke seorang spesialis dalam satu bahasa pemrograman komputer. Di beberapa perusahaan, posisi ini biasanya disebut sebagai software engineer.
Posisi ini dicari karena keterampilan dalam menulis kode untuk membuat proyek atau fitur baru yang mungkin terjadi.
Programmer sendiri bertugas untuk menciptakan sebuah kode dan mengubahnya menjadi set instruksi yang dapat diikuti oleh komputer. Kode sumber ini ditulis dalam bahasa pemrograman tertentu agar dapat dipahami oleh komputer.
Nantinya, set instruksi inilah menghasilkan interaksi yang ada di setiap aplikasi atau perangkat lunak yang lain.
Secara umum, programmer bertugas untuk terlibat dalam proses perancangan, penulisan, pengujian, debugging atau troubleshooting, dan pemeliharaan kode.
Terlepas dari itu, tugas utama Programmer adalah membuat program yang menghasilkan perilaku tertentu yang diinginkan.
Salah satunya, Fahmi Riza Agustya selaku tenaga ahli khusus Programmer di Diskominfo Kabupaten Jepara, Jawa tengah menjelaskan tentang peluang dan tantangan di era baru digitalisasi,
“Teknologi dan Digitalisasi bagai pisau bermata 2, satu sisi memberi dampak positif dan satu sisi membawa dampak negatif, ” ujar Fahmi lulusan Unisnu Jepara di Fakultas Saintek jurusan Teknik Informatika.
Ia menambahkan, “Dampak positifnya adalah banyaknya platform digital yang bisa digunakan sebagai wadah pemuda untuk mengekspresikan diri dan berkreasi. Misalnya YouTube, Facebook, Instagram, dan tiktok, disana para pemuda bisa berkreasi menjadi kontent kreator dan menghasilkan uang, ” imbuh pria kelahiran 1983, Jum’at (2/8).
Menurutnya, sudah tidak zamannya pemuda membawa lamaran mencari kerja, saatnya pemuda bisa menciptakan pekerjaannya sendiri. Tapi jangan lengah karena dibalik kemudahan yang diberikan, kemajuan teknologi digital juga bisa membawa dampak kehancuran.
Kata dia, contohnya judi online yang merebak, berita hoaks, kecanduan gadget sampai dengan pencurian data privasi. Untuk itu perlu adanya literasi Digital, jangan sampai kita menjadi korban.
Disisi lain, siapa sih sosok Fahmi Riza Agustya yang sekarang sebagai ahli khusus Programmer di Diskominfo Kabupaten Jepara?
Ia merupakan putra kedua dari pasangan Edy Satiman dan Siti Chasanah yang kedua orangtuanya pernah menjadi seorang guru sekolah dasar di Desa Mambak, Kecamatan Pakisaji, Jepara.
Diketahui, Fahmi Riza menikah dengan Nurlia Astika dan memiliki anak yang ia beri nama Nayaka Aisyakyra.
Selain sebagai tenaga ahli khusus Programmer di Diskominfo Kabupaten Jepara, ia juga bekerja sebagai Programmer dan cyber security yang tugasnya membuat aplikasi dan menguji keamanan aplikasi.
Sebelumnya, ia juga pernah bekerja sebagai teknisi jaringan internet di Santel bagian umum Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara.
Meskipun ia kelahiran Klaten, Jawa tengah dan dibesarkan di Desa Mambak, ia berharap menjadikan Desa se-kabupaten Jepara menjadi Desa Digital dan menjadikan kabupaten Jepara menjadi kota digital yang maju.***
Sumber: G7.










