Mengenal Sosok Pendakwah Kondang Kyai Haji Abdul Majid dari Ngasem Jepara

Foto, KH Abdul Majid asal Jepara, pesan untuk anak muda di Jepara.

Global7.id – Jepara,

Mengenal sosok pendakwah asli Jepara yakni KH. Abdul Majid Ghufron Al Hafidz dari Ngasem, kecamatan Ngabul, Jepara ini patut diikuti perjalanan dakwahnya.


 

Salah satu kyai kondang dari Jepara, yaitu Abdul Majid yang merupakan salah satu lulusan terbaik dari Pondok pesantren Tahfidz Mathali’ul Huda Al-Kautsar (PMH) Al-Kautsar Kajen, Margoyoso, Pati ini memiliki cara berdakwah dengan bahasa jawa kromo inggil terkadang bahasa jawa gado-gado.


 

Namun, teknik penyampaian ceramahnya yang detail, mendalam dan tegas namun tetap humoris, sehingga mudah difahami oleh para jama’ahnya. Pengetahuannya yang luas dan mendalam serta mampu menguasai detail-detail hukum Islam sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an dan hadits.


 

Selain itu, gaya dakwahnya selalu memberikan kesan bagi setiap jama’ah yang mengikuti kajiannya hingga terkagum bahkan mengidolakannya.


 

Perlu diketahui, Abdul Majid kelahiran 20 Agustus 1975 yang menikahi Ibu nyai Hj Siti Fatimah, Spd memiliki tiga putra yaitu Nur Rohmad Al Ghifari, Spd, Al Hafizh, M. Shofiyulloh Maulana Assya’ Bani Al Hafidz dan Marwa Sabrina putri Ramadhani Al Hafidzoj.


 

Dalam perjalanan dakwahnya, Abdul Majid pernah mendakwahkan ilmu Islamisasi hingga Lampung, Papua, Sulawesi, Kalimantan, Banjarnegara dan pulau Karimunjawa.


 

Memiliki lembaga pendidikan agama Islam atau disebut pondok pesantren, Madrasah Diniyah, sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dan TK di sekitar kecamatan Ngabul membuatnya harus pintar mengatur waktu antara jadwal dakwah yang padat dan mengontrol perkembangan lembaga pendidikan yang ia dirikan.


 

Bacaan Lainnya

Menurutnya, ada hal penting yang harus diperhatikan sebagai umat muslim, yakni mengenai keutamaan sholat subuh di masjid maupun di mushola.


 

“Ya, bagi siapapun yang bisa sholat subuh di masjid atau mushola selama 3 hari berturut-turut maka dia wajib mendapatkan pahala sama seperti umat muslim saat umroh, dan siapapun yang bisa sholat subuh di masjid atau mushola selama 7 hari berturut-turut maka dia wajib mendapatkan pahala sama seperti umat muslim saat naik haji, dan satu lagi, bagi siapapun yang bisa sholat subuh di masjid atau mushola selama 40 hari berturut-turut maka dia wajib mendapatkan pahala sama seperti umat muslim saat naik haji akbar, ” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima awak media Global7.id.


 

Ia pun tak lupa berpesan kepada anak muda di Jepara agar mudah untuk sukses dalam pekerjaan yaitu dengan cara selalu menjaga sholat dan sholawat.***

Sumber: G7.

Pos terkait