Global7.id – Jepara | Rabu 24 Desember 2025
Penemuan sesosok mayat misterius yang terapung di tengah perairan Laut Jepara menggegerkan para nelayan, Rabu (24/12/2025) siang. Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh dua nelayan saat sedang melaut dan menebar jaring ikan.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di perairan laut tengah Jepara. Dua orang nelayan yang menjadi saksi mata, yakni Ahmad Faroki (25) dan Nurul Jamal (40), awalnya tidak menyangka benda yang terlihat mengapung di laut merupakan jasad manusia.
Awalnya Dikira Benda Terapung
Saksi Ahmad Faroki, nelayan asal Desa Kedung Mutih, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, menuturkan bahwa saat itu ia bersama rekannya sedang melaut menggunakan perahu bernama “Banyumili”.
“Waktu itu kami sedang menebar jaring. Dari kejauhan terlihat seperti benda mengapung. Setelah didekati, ternyata sosok manusia,” ungkap salah satu saksi kepada petugas.
Mengetahui hal tersebut, kedua nelayan langsung menghentikan aktivitas melaut. Dengan perasaan was-was dan penuh kehati-hatian, mereka mendekati objek tersebut untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Mayat Ditemukan dalam Posisi Terlentang
Saat berhasil dievakuasi ke atas perahu, korban diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia. Posisi jasad ditemukan terlentang, mengenakan kemeja berwarna krem dan celana pendek warna coklat. Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui.
Tidak ditemukan identitas diri pada tubuh korban saat ditemukan. Kondisi ini menambah misteri terkait asal-usul dan penyebab korban berada di tengah laut.
Dievakuasi ke TPI Kedung Malang
Setelah memastikan penemuan tersebut, kedua nelayan memutuskan membawa jasad ke daratan. Mayat kemudian dievakuasi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, yang berjarak sekitar 8 mil laut dari lokasi penemuan.
Setibanya di darat, Ahmad Faroki segera melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Kedung untuk ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Polisi Lakukan Penanganan Awal
Petugas kepolisian dari Polsek Kedung bersama tim terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal, termasuk pengamanan area dan pengumpulan keterangan dari para saksi.
Pihak kepolisian juga tengah berkoordinasi dengan instansi terkait guna proses identifikasi korban serta penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematian.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau indikasi lain yang mengarah pada penyebab kematian korban.
Warga Diminta Melapor Jika Kehilangan Anggota Keluarga
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya warga pesisir Jepara dan sekitarnya, yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke pihak berwajib. Informasi dari masyarakat dinilai sangat penting untuk mempercepat proses identifikasi korban.
Penemuan mayat di laut ini menambah daftar kasus serupa yang terjadi di wilayah perairan Jepara, terutama menjelang akhir tahun ketika aktivitas laut cukup padat.
Nelayan Berharap Kejadian Tak Terulang
Sementara itu, para nelayan setempat berharap kejadian ini tidak kembali terulang. Selain mengganggu aktivitas melaut, penemuan mayat di tengah laut juga berdampak secara psikologis bagi nelayan.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak sering terjadi. Laut ini tempat kami mencari nafkah,” ujar salah satu nelayan di TPI Kedung Malang.
Kasus ini kini sepenuhnya dalam penanganan aparat kepolisian. Global 7 akan terus memantau dan menyajikan perkembangan terbaru kepada pembaca.
G7/BPBD Jepara










