Longsor di Tanjung Jepara, Satu Pendaki Hilang, Dua Selamat

Foto, Bencana Longsor (ilustrasi).

Global7.id – Jepara,

Bencana longsor terjadi di Dukuh Jabung, Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, pada Selasa (28/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Tiga pendaki muda yang sedang berkemah terkena dampak longsor tersebut. Dua di antaranya selamat, sementara satu orang masih dalam pencarian.

Korban yang masih hilang adalah Muhammad Nurul Adzim (18), warga Dukuh Kembul Sari, Desa Suwawal Timur, RT05/RW02, Kecamatan Pakis Aji. Ia merupakan seorang siswa SMK Negeri 1 Pakis Aji.

Dua korban selamat yang berhasil menyelamatkan diri adalah:

1. Ariel Sugi Prastyo (18), warga Dukuh Krajan 2, Desa Suwawal Timur, RT04/RW04, Kecamatan Pakis Aji.

2. Muhammad Robin Syahroni (19), warga Dukuh Pakis, Desa Suwawal Timur, RT02/RW02, Kecamatan Pakis Aji.

Kronologi Kejadian

Ketiga korban berangkat camping pada Selasa (28/1) ke lokasi yang berjarak lebih dari dua jam perjalanan kaki dari kampung terakhir, Jaulak, Dukuh Jabung, Desa Tanjung.

Pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, terjadi longsor yang mengubur area perkemahan mereka. Ariel dan Robin berhasil menyelamatkan diri dan berjalan kaki ke kampung terdekat. Mereka tiba sekitar pukul 14.08 WIB dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah Desa Suwawal Timur.

Upaya Pencarian dan Respon Pemerintah Desa 

Petinggi Desa Suwawal Timur, Azis, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendirikan posko tanggap darurat di Balai Desa Suwawal Timur.

“Kami membuka posko di balai desa, mengirim personel Linmas, dan menyiapkan logistik untuk para relawan yang terlibat dalam pencarian, ” ujarnya, Rabu (29/1/2025).

Kepala pelaksana BPBD Jepara, Erwin Noor Isdiyanto mengatakan, “Saat ini proses evakuasi 2 korban selamat (1 korban luka sudah masuk ambulance), ” ungkapnya, Rabu (29/1).

 

Ia menambahkan, ” Untuk korban hilang akan dilakukan pencarian besuk pagi dengan pompa semprot hi-pressure karena kondisi cuaca dan medan yang tidak memungkinkan, ” imbuhnya.


Saat ini, tim gabungan dari relawan, Linmas, dan masyarakat setempat sedang melakukan pencarian terhadap korban hilang. Proses evakuasi menghadapi tantangan akibat medan yang sulit dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas di daerah rawan longsor, terutama di musim hujan seperti sekarang.***

Sumber: G7.
Wartawan: AR.

Pos terkait