Global7.id – Jepara,
Warga yang melintasi Jalan Pemda yang menghubungkan Desa Klepu dan Desa Tunahan, kecamatan Keling, Jepara mengeluhkan kondisi jalan yang sudah lebih dari tujuh tahun mengalami kerusakan parah. Jalan ini menjadi akses utama bagi warga dari empat desa lainnya untuk keperluan ekonomi dan pendidikan, namun hingga kini belum mendapat perbaikan dari pemerintah daerah.
Kerusakan jalan ini di disebabkan oleh aktifitas penambangan yang berlangsung di sekitar wilayah tersebut. Akibatnya, lubang-lubang besar serta permukaan jalan yang tidak rata membuat kendaraan sulit melintas, terutama saat musim hujan. Warga berharap Pemkab Jepara segera mengambil langkah konkret untuk menangani permasalahan ini agar tidak semakin membahayakan pengguna jalan.
Untuk sementara, menyambut Hari Raya Idulfitri, warga RT 05 secara swadaya melakukan perbaikan darurat. Mereka bergotong-royong menutup lubang-lubang dengan material seadanya guna memperlancar akses selama momen Lebaran. Langkah ini menunjukkan kepedulian warga terhadap infrastruktur desa mereka, meski seharusnya tanggung jawab utama berada di tangan pemerintah.
“Kami berharap Pemkab Jepara segera turun tangan. Ini bukan hanya jalan desa, tapi jalan utama yang menghubungkan banyak desa dan menjadi urat nadi perekonomian serta pendidikan di wilayah ini,” ujar (S) salah satu warga Klepu yang turut dalam perbaikan jalan, Sabtu (29/3/2025).
Menurutnya, hanya ada dua alternatif solusi yang bisa diambil menutup aktivitas penambangan atau segera memperbaiki jalan. Kami juga berharap lsm di jepara yang mestinya membantu menyuarakan hak hak masyarakat sesuai namanya lembaga swadaya masyarakat membantu kami, “Jangan sampai keresahan warga berubah menjadi kemarahan,” tegasnya.
Masyarakat sangat sangat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar Jalan Pemda Klepu-Tunahan segera mendapatkan perbaikan permanen, sehingga aktivitas warga tidak terus-menerus terhambat oleh kondisi jalan yang rusak akibat pertambangan ilegal.***
Sumber: G7/AR.










