Global7.id – Nasional,
KPK Sorot Ahmad Husein setelah dinamika demo besar di Kabupaten Pati yang sempat menuntut pemakzulan Bupati Pati Sudewo mendadak meredup. KPK kini membuka peluang untuk mendalami dugaan adanya aliran uang yang diduga berkaitan dengan perubahan sikap sejumlah pengunjuk rasa.
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menegaskan, penyidik akan mendalami seluruh informasi yang berpotensi terkait perkara korupsi yang kini menjerat Sudewo.
“Nah itu juga kami tentu akan dalami,” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam.
KPK menaruh perhatian pada perubahan situasi demonstrasi di Pati yang sebelumnya memanas, namun belakangan disebut meredup, bahkan muncul kabar sebagian pihak yang awalnya vokal justru memilih berdamai.
Demo Pati Pernah Memuncak, Ribuan Warga Turun ke Jalan
Aksi unjuk rasa di Kabupaten Pati mencuat sejak pertengahan 2025. Puncaknya terjadi pada 13 Agustus 2025, saat ribuan warga turun ke jalan menolak rencana kebijakan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang disebut bisa mencapai 250 persen.
Gelombang protes kala itu berkembang menjadi tuntutan yang lebih keras, termasuk desakan agar Sudewo mundur hingga isu pemakzulan.
Namun, seiring waktu, aksi yang sempat memanas itu menjadi sorotan karena perubahan sikap sejumlah tokoh demo yang sebelumnya getol melawan, kemudian dinilai “melembek” dan menghilang dari sorotan publik.
KPK Selidiki Dugaan ‘Uang Damai’
Di titik inilah KPK mempertimbangkan pemeriksaan terhadap Ahmad Husein. Penyidik ingin memastikan apakah ada pemberian uang atau bentuk keuntungan lain yang berkaitan dengan perubahan sikap dari pihak-pihak yang sebelumnya berada di barisan penekan pemerintah daerah.
KPK menegaskan langkah pemeriksaan baru akan dilakukan bila terdapat indikasi awal yang cukup.
Sebelumnya, Sudewo sempat membantah pernah memberikan sesuatu kepada Ahmad Husein saat diperiksa sebagai saksi.
“Enggak. Enggak ada. Enggak kasih apa-apa,” ujar Sudewo pada 27 Agustus 2025.
Sudewo Dijerat OTT, KPK Tetapkan 4 Tersangka
Kasus yang menjerat Sudewo bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 19 Januari 2026 di Kabupaten Pati. Sehari kemudian, Sudewo bersama tujuh orang lainnya dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan lanjutan.
KPK lalu mengumumkan empat tersangka dalam dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemkab Pati, yakni:
Sudewo (SDW) – Bupati Pati
Abdul Suyono (YON) – Kades Karangrowo, Kecamatan Jakenan
Sumarjiono (JION) – Kades Arumanis, Kecamatan Jaken
Karjan (JAN) – Kades Sukorukun, Kecamatan Jaken
Tak hanya itu, Sudewo juga diumumkan sebagai tersangka dalam perkara lain, yakni dugaan suap terkait pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Arah Baru Penyidikan: Demo Bisa Jadi Pintu Masuk
Pendalaman terhadap inisiator demo menunjukkan penyidikan KPK tak berhenti pada pemerasan jabatan saja. KPK juga mengincar kemungkinan adanya pola lain, termasuk dugaan “permainan pengamanan situasi” lewat pihak-pihak yang punya pengaruh di lapangan.
Jika terbukti ada aliran dana untuk meredam tekanan publik, maka kasus ini bisa melebar menjadi babak baru: bukan sekadar pemerasan jabatan, tapi juga dugaan pengkondisian massa.
G7/KMP










