Global7.id – Jepara | Jum’at 19 Desember 2025
Klarifikasi yang dimuat RRI.co.id terkait pelaksanaan perdana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Guyangan 1 Bangsri kini menuai sorotan serius. Alih-alih meredam polemik, klarifikasi tersebut justru dinilai bertentangan dengan fakta lapangan, keterangan pihak sekolah, serta pernyataan resmi puskesmas.
Klarifikasi berjudul “SPPG Guyangan Berikan Klarifikasi Soal Menu MBG Perdana” yang tayang pada 17 Desember 2025 pukul 17.22 WIB itu dimaksudkan untuk menanggapi pemberitaan sejumlah media mengenai temuan ayam belum matang dan nasi nyaris basi pada hari pertama distribusi MBG.
Namun, penelusuran ulang Global 7 menemukan adanya ketidaksesuaian serius antara klaim dalam klarifikasi dengan fakta di lapangan.
Bantahan Ayam Bermasalah Terbentur Keterangan Sekolah
Dalam klarifikasi RRI.co.id, Kepala SPPG Yayasan Al Mawaddah Guyangan 1, M. Nor Arif Afendi, menyatakan bahwa pihak sekolah tidak membenarkan adanya ayam berdarah atau tidak matang.
Pernyataan tersebut justru berbanding terbalik dengan keterangan langsung dari pihak sekolah. Global 7, pada 18 Desember 2025, kembali mendatangi SMPN 2 Bangsri dan menemui guru yang menjadi narasumber pemberitaan awal pada 15 Desember 2025.
Guru tersebut kembali menegaskan bahwa:
- Ayam yang disajikan kurang matang dan tampak kemerahan,
- Nasi sebagian nyaris basi karena tercampur kuah.
Keterangan ini sebelumnya juga dikonfirmasi di lokasi oleh petugas MBG bernama Yosi saat distribusi berlangsung.
Fakta tersebut mematahkan klaim bahwa “pihak sekolah tidak membenarkan” temuan menu bermasalah. Klarifikasi yang menyebut sebaliknya dinilai berpotensi mengaburkan realitas lapangan.
Klaim Monitoring Puskesmas Dinilai Tidak Logis
Kejanggalan lain muncul dari pernyataan dalam klarifikasi yang menyebut:
“Setiap sepekan dua kali juga monitoring oleh puskesmas ke SPPG.”
Klaim ini dibantah secara resmi oleh Kepala Puskesmas Bangsri II, Cosmas Gedsa, melalui keterangan tertulis yang diterima Global 7.
Dalam penjelasannya disebutkan:
- Monitoring dan evaluasi (monev) baru dilakukan Selasa, 16 Desember 2025,
- Puskesmas belum menerima pemberitahuan operasional pada hari pertama MBG, Senin, 15 Desember 2025,
- Tidak ada pengecekan sebelum distribusi perdana dilakukan.
Dengan demikian, klaim pengawasan “dua kali sepekan” pada fase awal operasional dinilai tidak masuk akal, mengingat SPPG Guyangan 1 baru mulai beroperasi hari Senin.
Klarifikasi Sepihak, Verifikasi Dipertanyakan
Fakta lain yang menjadi perhatian adalah tidak adanya konfirmasi ke puskesmas sebelum klaim monitoring dimuat sebagai klarifikasi. Hal ini dinilai melanggar prinsip dasar verifikasi jurnalistik, terlebih isu yang dibahas menyangkut keamanan pangan dan keselamatan anak sekolah.
Klarifikasi tanpa uji silang bukan hanya berpotensi menyesatkan publik, tetapi juga melemahkan fungsi kontrol sosial media terhadap program strategis negara.
Bukan Soal Selera, Tapi Akuntabilitas
Polemik MBG Guyangan Bangsri bukan perkara selera menu atau miskomunikasi teknis semata. Ini menyangkut:
- Keselamatan konsumsi siswa,
- Integritas pelaksanaan program negara,
- Akuntabilitas penyelenggara dan pengawasan.
Ketika fakta lapangan dibantah tanpa dasar kuat, dan klaim pengawasan disampaikan tanpa bukti, maka kepercayaan publik menjadi taruhannya.
Publik pun berhak mempertanyakan:
- Mengapa klarifikasi bertentangan dengan keterangan sekolah dan puskesmas?
- Atas dasar apa klaim monitoring rutin disampaikan?
- Siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas ketidaksesuaian data?
Global 7 Tegaskan Komitmen pada Fakta
Global 7 menegaskan tetap membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait. Namun, redaksi juga menegaskan komitmen untuk berdiri di atas fakta, kesaksian langsung, dan dokumen resmi.
Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh dilindungi oleh klarifikasi yang rapuh. Yang dipertaruhkan bukan citra lembaga, melainkan keselamatan dan hak gizi anak-anak bangsa.
Jika perbedaan antara klaim dan fakta terus dibiarkan, maka yang terancam bukan hanya reputasi penyelenggara SPPG, melainkan integritas Program MBG itu sendiri.
G7/TEAM










