Global7.id – Jepara,
Promosi mebel Jepara melalui pameran selama ini masih dianggap minim. Pasalnya anggaran yang dimiliki Pemkab Jepara. Oleh karena itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara Haizul Ma’arif memberikan tambahan anggaran fasilitasi pameran tahun ini.
Diketahui, anggaran promosi mebel dan furniture hanya sekitar Rp 80 juta. Tahun ini ada tambahan Rp 100 juta. Sehingga total Rp 180 juta. Dengan tambahan anggaran tersebut, diharapkan mampu mendukung promosi produk mebel.
“Pernah menghadiri pameran IFEX tahun lalu, Stan Jepara kalah dengan daerah lain. Baik dari sisi penempatan dan segi pendukung lainnya. Ini jadi catatan dan perlu dukungan anggaran. Karena bagaimanapun Jepara adalah Kota Ukir. Pusatnya mebel,” tuturnya.
Sementara itu, Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta mengakui anggaran promosi mebel masih minim. Pihaknya mengupayakan adanya penambahan anggaran di Perubahan APBD 2023. Selain anggaran daerah, sumber lain dari CSR dan sub-sub lain akan digali untuk mendukung promosi mebel Jepara.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Jepara dalam rapat nasional Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri RI). Kaitannya dengan branding dan tata kota daerah, Jokowi menilai Jepara bisa mengadakan pameran mebel besar seperti yang biasa dilakukan di North Carolina, Amerika.
Pernyataan tersebut dikatakan oleh Jokowi saat menghadiri Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda 2023 di Sentul International Convention Center, Jakarta (17/01). Hadir dalam rapat tersebut kepala daerah se-Indonesia, termasuk Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta.
Dalam pertemuan itu, Jokowi membahas masalah yang terjadi di daerah. Mulai dari pengendalian harga, tata ruang, investasi, stunting, hingga tata kota. Jokowi menilai, seluruh kabupaten dan kota harus merancang kota dengan baik. Sehingga kedepannya setiap kota dan kabupaten memiliki ke-khasan atau spesialisasi. Perbedaan potensi masing-masing daerah.
“Buatlah brand kota sesuai dengan potensi dan keunggulan kita masing-maisng. Bisa misalnya kota pisang, kenapa tidak. Bisa kota ikan, kenapa tidak. Bisa kota musik, kenapa tidak. Bisa kota mebel, kenapa tidak. Tapi konsisten,” kata Jokowi yang juga mempromosikan Ibu kota Nusantara kepada seluruh hadirin yang rapat.
Ia lalu menceritakan, ada pameran mebel terbesar di dunia, tepatnya di North Carolina, Amerika. Ia menilai Jepara berpotensi melakukan hal yang sama.
“(Di North Caroline, Red) ada High Point itu setiap tahun mengadakan pameran mebel terbesar di dunia. Semua orang mebel tahu kapan kita harus pergi ke High Point. Di semua sudut kota isinya hanya mebel, kenapa jepara tidak melakukan hal yang sama?” kata Jokowi.
Meski begitu, ia menilai perlu konsistensi dalam membranding kota. “Mem-branding kotanya konsisten. Membangun semua dengan potensi yang dimiliki kota itu,” jelasnya.***
Sumber: MN.
Tag










