Global7.id – Jepara,
Perayaan Karnaval 17 Agustus di Troso, Jepara, berakhir dengan kerusuhan dan kekacauan pada Sabtu (16/22/25) Diduga salah satu peserta karnaval yang dalam keadaan mabuk memicu keributan dan membuat situasi menjadi tidak terkendali. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan dan ketertiban selama perayaan hari kemerdekaan.
Kericuhan bermula ketika panitia menegur sekelompok orang yang dianggap menganggu jalanya karnaval. Namun teguran itu justru jadi adu mulut dan aksi saling dorong, situasi sempat memanas dan nyaris terjadi baku hantam.
Warga sekitar berusaha melerai namun ketegangan baru benar-benar mereda setelah aparat datang mengamankan lokasi, akibat insiden ini, jalanya karnaval sempat berhenti beberapa saat akibat insiden ini.
Suara Warga: Sayang sekali, harusnya acara ini buat hiburan, bukan keributan
Bagi warga Troso, karnaval 17 Agustus adalah momen yang ditunggu-tunggu setiap tahun. Namun, insiden ini meninggalkan rasa kecewa.
“Sayang sekali, harusnya acara ini buat hiburan, bukan keributan. Anak-anak kecil sampai ketakutan lihat orang ribut di jalan,” ujar Suparno (48), warga sekitar.
Hal senada disampaikan oleh Siti Aminah (36), warga yang ikut menyaksikan jalannya karnaval.
“Kami datang untuk merayakan kemerdekaan dengan gembira, tapi malah jadi tegang. Semoga tahun depan lebih tertib dan peserta yang mabuk jangan dibiarkan ikut,” katanya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendataan terkait siapa saja pihak yang terlibat dalam kericuhan tersebut. Polisi juga berjanji akan menindaklanjuti agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi panitia penyelenggara, aparat, maupun warga, bahwa perayaan Hari Kemerdekaan seharusnya menjadi ajang persatuan dan kegembiraan, bukan dicederai oleh ulah segelintir oknum.***
Sumber: SJ.










