Kabupaten Rembang Mendapat Alat Pencuci dan Pemurnian Garam

Global7.id – Rembang, 

Kepuasan petani garam mendapat bantuan, Karena  Kabupaten Rembang menjadi salah satu daerah yang menjadi sasaran pembangunan washing plant dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).  Kaliori jadi lokasi pembangunan alat pencuci dan pemurnian garam. Diklaim teknologi ini membuat kualitas garam rakyat dapat bersaing di pasar.

 

 

Disampaikan Plt Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Sofyan Cholid menyebutkan Rembang memperoleh bantuan pemerintah, melalui Dirjen Pelabuhan Ruang Laut (PRL) yakni pembangunan Washing Plant.

<!– Composite Start –>
<div id=”M735619ScriptRootC1175426″>
</div>
<script src=”https://jsc.mgid.com/g/l/global7.id.1175426.js” async>
</script>
<!– Composite End –>

”Dibantukan di Sari Makmur, koperasi Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Tepatnya di Tambakagung, Kaliori,” ungkapnya.

 

 

Menurut Cholid bantuan berupa peralatan. Mulai gedung dan alat pengolah. Alasan alat tersebut diberikan dari data Rembang salah satu penyangga garam lumayan besar. Ikut memenuhi kebutuhan nasional.

 

 

Sebelumnya kabupaten tetangga Pati sudah ada. Tahun 2021 diarahkan digeser Rembang. Jika melihat kualitas kadar garam kurang tinggi. Kadarnya 70-90 NaCl. Lewat alat ini diupayakan bisa ditingkat minimal 94 persen keatas.

 

”Itu merupakan standar industri pengolahan atau makanan. Jadi kita mencoba peralatan dari KKP untuk mengolah,” keteranganya.

Bacaan Lainnya

 

Memang Rembang getol untuk peningkatan kadar garam. Melalui integrasi PUGAR, dengan menggunakan geomembran. Namun setelah itu teknologinya ditingkatkan. Lewat mesin yang diharapkan bisa bersaing dipasar.

 

Tentunya ini perlu dorongan. Pasalnya petani garam antara garam kualitas yang baik dan sebaliknya perbedan tidak begitu banyak dari harga. Sehingga masyarakat tidak dipungkiri kurang antusias dalam hal.

 

”KKP meningkatkan PUGAR tetap jalan. Lalu menambah peralatan. Nanti tinggal hitung-hitungan operasional, masuk harga dasar di petani dan diproses, serta dijual ada selisih tidak? Seharusnya ada, sebab biaya operasional lebih banyak. Makanya diupayakan ke depannya ada peningkatan” katanya.

 

Memang daerah sebatas penerima bantuan dari pusat. Kebijakan itu merupakan satu program KKP melalui Dirjen PRL. Untuk sekadar diketahui potensi garam di Rembang cukup luas. Ada sekitar 2.000 ha. Namun yang dikelola hanya 1.500 hektar. Terbagi dua ada ful murni tambak garam, lalu budidaya ikan dan garam. Tersebar di Kaliori, sebagian Rembang-Lasem-Sarang. Paling besar di Kaliori sekira 790 Ha.***

Pos terkait