Innalillahi, Bayi Asal Kembang yang pernah Biaya Rumah Sakit Ditanggung Bupati Jepara Meninggal Dunia

Foto, Ziha Putri Alifia Romadhoni, bayi perempuan berusia satu bulan yang sempat mendapatkan bantuan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Jepara, meninggal dunia pada Sabtu dini hari (12/4/2025) sekitar pukul 01.10 WIB di ruang ICU RSU Kartini Jepara.

Global7.id – Jepara,

Duka mendalam menyelimuti keluarga Ali Ihwan, warga Desa Kancilan, RT05/RW01, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Ziha Putri Alifia Romadhoni, bayi perempuan berusia satu bulan yang sempat mendapatkan bantuan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Jepara, meninggal dunia pada Sabtu dini hari (12/4/2025) sekitar pukul 01.10 WIB di ruang ICU RSU Kartini Jepara.


Sebelumnya, Ziha dirawat di inkubator RSI Sultan Hadlirin Jepara sejak 29 Maret hingga 2 April 2025 akibat kondisi kesehatannya yang memburuk. Keluarga mengalami kesulitan membayar biaya perawatan sebesar Rp 12.450.000. Sang ayah, Ali Ihwan, yang bekerja sebagai pedagang ikan keliling, hanya memiliki Rp 500.000 dan tidak memiliki jaminan kesehatan.


Kondisi darurat memaksa keluarga memilih jalur perawatan mandiri sembari berupaya mengurus BPJS. Namun proses pengurusan tersebut sempat terhambat akibat libur panjang. Menanggapi laporan ini, Pemerintah Kabupaten Jepara bergerak cepat. Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara, Ary Bachtiar, menyatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinsospermasdes, Pemerintah Desa Kancilan, serta pihak rumah sakit untuk mencari solusi pembiayaan.


“Atas arahan Bupati Jepara, kami pastikan pasien bisa pulang tanpa beban biaya,” ujar Ary.


Setelah bantuan Pemkab Jepara diberikan dan Ziha diperbolehkan pulang, keluarga sempat bernapas lega. Namun tak berselang lama, pada 6 April 2025, kondisi Ziha kembali menurun drastis. Ia dilarikan ke RSU Kartini Jepara dan langsung dirawat di ruang ICU.


Demi melanjutkan proses pengurusan BPJS dan penanganan medis lanjutan, orang tua Ziha bahkan terpaksa menggadaikan sepeda motor satu-satunya milik mereka. Namun, upaya keras tersebut tak mampu menyelamatkan sang buah hati. Ziha dinyatakan meninggal dunia pada 12 April 2025.


“Saya hanya bisa pasrah. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” ucap Ali Ihwan dengan nada sedih.


Kamami, salah satu sahabat keluarga yang selama ini setia mendampingi dan membantu mencari jalan keluar, turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Ziha.


“Sejak awal kami berusaha bantu semampunya, dari mengurus surat, hingga menghubungi pihak-pihak terkait. Kepergian Ziha tentu meninggalkan luka, tapi kami juga bersyukur banyak orang baik yang peduli. Terima kasih kepada pemerintah dan seluruh masyarakat yang sudah pernah ikut meringankan beban keluarga,” ungkap Kamami.


Ia juga mendoakan agar bayi kecil tersebut mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi ujian ini.


“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Ziha menjadi bidadari kecil di surga dan menjadi syafaat bagi orang tuanya kelak. Kami juga berharap keluarga diberikan kemudahan dalam kehidupan ke depan,” tambahnya.***


Sumber: G7/AR.

Pos terkait