Global7.id – Jepara,
Sementara Kapolsek Pakisaji, Iptu Cahyo Susilo menjelaskan, satu korban atas nama Muhammad Nurul Adzim bin Jamil masih dalam pencarian.
“Sedang dua korban lain berhasil di evakuasi dan dilarikan ke RSI Sultan Hadirin Jepara. Satu korban telah diperbolehkan pulang dan satu masih dirawat, ” ujarnya, Kamis (30/1).
Lebih lanjut Kapolsek Pakisaji menjelaskan, Kronologi peristiwa tersebut bermula pada hari Selasa tanggal 28 Januari 2025 sekitar pukul 13.30 WIB ketiga korban berangkat untuk camping ke dukuh Jabung, Desa Tanjung Kecamatan Pakisaji, karena tertarik melihat situs di google yang memperlihatkan adanya (Air Terjun Tempuran) yang berada di bukit dukuh Jabung, Desa Tanjung, Kecamatan Pakisaji, Jepara.
Sebelumnya, ke tiga korban diantar sampai ujung rumah padepokan dukuh Jabung oleh temannya yang bernama saudara Roy Arjo Wiguno (17), pelajar kelas 2 SMKN 1 Pakisaji, Jepara.
“Kemudian ketiga korban berjalan sekitar 2 jam ke titik lokasi air terjun. Sesampainya di lokasi sekitar pukul 14.30 Wib, korban mendirikan tempat berteduh hanya di payungi atap dari terpal dan alas tikar, ” jelasnya.
Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 29 Januari 2025 sekitar pukul 02.00 wib korban mendengar adanya pohon roboh karena situasi pada saat itu sedang hujan deras.
“Sesaat kemudian korban tertimpa tanah longsor dari atas tebing, ” lanjut Kapolsek Pakisaji, Cahyo Susilo.
Kondisi ke 2 korban selamat dan dilakukan evakuasi pukul 17.00 dan dilarikan ke RSI Sultan Hadirin Jepara untuk mendapat perawatan. Sedangkan Muhammad Nurul Adzim (18), siswa SMKN 1 Pakisaji, warga Dukuh Kembul Sari, Desa Suwawal Timur, belum ditemukan. Menurut pengakuan korban yang selamat, Azim diduga tertimpa tumpukan tanah longsor tersebut.
Menurut Kapolsek Pakis Aji, Kamis pagi (30/1-2025) tim SAR Gabungan Kembali melakukan pencarian.
Tim gabungan yang terlibat dalam pencarian korban pada Kamis (30/1/2025) adalah
1. Pos Basarnas Jepara 5 orang,
2. BPBD Jepara 8 orang,
3. Polsek Pakisaji 4 orang,
4. Koramil Pakisaji 3 orang,
5. PMI Jepara 5 orang,
6. Jepara Rescue 6 orang,
7. Komunitas Relawan Jepara 4 orang,
8. Lembah Muria Rescue 3 orang,
9. GCTS Batealit Jepara 2 orang,
10. RAPI Jepara 5 orang,
11. BAZNAS Jepara 2 orang,
12. BAGANA Jepara 3 orang,
13. Puluhan keluarga dan warga sekitar.
(***)
Sumber: HDP/SB.










