Rusunawa Jobokuto Jepara Mulai Tak Layak Huni, Disperkim Akui Sudah 15 Tahun dan Butuh Perbaikan Serius

Foto, Kadis Disperkim Jepara Moh Eko Uddyono dan kondisi Rusunawa Jobokuto Jepara yang lapuk dan rusak

Global7.id – Jepara| Selasa 2 Januari 2026,

Rusunawa Jobokuto Jepara kini menjadi sorotan setelah kondisinya dinilai semakin memprihatinkan. Bangunan rumah susun yang berada di Kecamatan Jepara ini mulai menunjukkan kerusakan serius, bahkan sebagian fasilitas dinilai sudah tidak lagi layak huni oleh para penghuninya. Sejumlah bagian bangunan tampak lapuk, retak, rusak, bahkan memperlihatkan material besi di beberapa titik.

 

Tim jurnalis Global7 yang melakukan investigasi langsung ke lokasi pada Selasa (30/12/25) menemukan kondisi lapangan yang cukup memprihatinkan. Dari pantauan terlihat jelas beberapa balkon mengalami kerusakan parah, beton mengelupas hingga besi rangka terlihat, dinding bangunan tampak retak, dan sebagian cat sudah mengelupas. Di beberapa bagian, kondisi tersebut terasa cukup membahayakan karena berada di area yang sering dilewati penghuni.

 

“Tidak hanya itu, keluhan juga datang dari para penghuni terkait kondisi fasilitas di dalam rusun. Atap dilaporkan sering bocor ketika hujan deras, hingga membuat air merembes ke area hunian warga. Bahkan beberapa penghuni menyebut kebocoran tidak hanya berasal dari bagian atas bangunan saat hujan, tetapi juga diduga berasal dari area kamar mandi lantai atas akibat instalasi air yang sudah tidak lagi optimal. Rembesan tersebut membuat sejumlah kamar lembap dan berisiko mengganggu kesehatan penghuni, terutama anak-anak dan lansia.”

 

Selain persoalan kebocoran, warga juga mengeluhkan kondisi sanitasi. Kloset kerap mampet, aliran air sering bermasalah, dan beberapa fasilitas umum terlihat kumuh karena minim perawatan. Sejumlah penghuni terpaksa melakukan penanganan manual dengan alat sederhana agar tetap bisa beraktivitas normal, sembari berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah.

 

Disperkim Jepara Akui Usia Bangunan Sudah 15 Tahun

Kondisi memprihatinkan ini diakui oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Jepara, Moh Eko Uddyono, saat ditemui jurnalis Global7, Jum’at (2/1/26). Ia menyampaikan bahwa Rusunawa Jobokuto memang sudah berusia cukup lama.

 

“Bangunannya memang sudah lama, sekitar 15 tahun. Jadi wajar kalau sekarang kondisinya mulai menurun dan perlu perbaikan,” ujarnya.

 

Menurut Eko, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan langkah teknis berupa verifikasi lapangan, pendataan kerusakan, pemeriksaan fisik bangunan, hingga dokumentasi resmi yang nantinya akan menjadi dasar pengajuan anggaran.

Bacaan Lainnya

 

Akan Ada Pemeriksaan Detail dan Pengajuan Anggaran

Eko menjelaskan bahwa sebelum dilakukan perbaikan besar, seluruh proses harus mengikuti mekanisme resmi pemerintah. Mulai dari kajian teknis hingga proses pengajuan melalui APBD.

 

“Kami akan lakukan pengecekan, foto kondisi bangunan, lalu kami bawa sebagai bahan pembahasan. Setelah itu baru bisa dibicarakan kemungkinan penambahan anggaran,” jelasnya.

 

Namun, dirinya belum bisa memastikan kapan proses perbaikan akan benar-benar direalisasikan karena bergantung pada hasil pembahasan anggaran dan keputusan pihak terkait. Meski begitu, ia memastikan bahwa usulan perbaikan akan tetap diperjuangkan.

 

“Semua tetap harus lewat prosedur. Kita ajukan dulu, nanti kita lihat apakah bisa menggunakan APBD atau jalur lain. Yang penting usulan perbaikan tetap kami dorong,” tegasnya.

 

Penghuni Harap Pemerintah Bergerak Cepat

Bagi para penghuni, Rusunawa Jobokuto bukan sekadar bangunan, melainkan rumah tempat mereka menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan kondisi bangunan yang kini lapuk, balkon yang mulai rapuh, atap bocor saat hujan, rembesan dari instalasi air kamar mandi, hingga fasilitas sanitasi yang bermasalah, warga berharap pemerintah benar-benar serius menangani persoalan ini.

 

Kerusakan yang terjadi tidak hanya menyangkut estetika bangunan, tetapi sudah menyentuh aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kondisi ini akan semakin parah dan membahayakan penghuni.

 

Beberapa warga yang ditemui menyampaikan harapan agar rencana pengecekan dan pengajuan anggaran benar-benar diwujudkan menjadi langkah nyata. Mereka tidak ingin persoalan ini hanya berhenti sebatas wacana.

 

Saatnya Pemerintah Hadir Lebih Kuat

Kini publik menanti langkah tegas Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Disperkim. Rusunawa Jobokuto sejatinya adalah representasi kehadiran negara untuk membantu masyarakat kecil mendapatkan hunian yang layak. Karena itu, perhatian serius dan tindakan cepat sangat dibutuhkan agar para penghuni merasa aman dan terlindungi.

 

Jika perbaikan bisa segera direalisasikan, hal ini akan menjadi angin segar bagi warga sekaligus bukti nyata komitmen pemerintah dalam memenuhi hak masyarakat atas hunian yang layak, aman, dan manusiawi.

 

Harapan terbesar warga hanya satu: kepastian perbaikan. Karena bagi mereka, Rusunawa Jobokuto bukan hanya tempat tinggal tapi juga bagian penting dari kehidupan dan masa depan keluarga mereka.

 

Global7 Akan Terus Mengawal

Sebagai media yang selalu mengedepankan kepentingan publik, Global7 akan terus mengawal perkembangan persoalan Rusunawa Jobokuto ini. Setiap proses mulai dari pengecekan lapangan, pembahasan anggaran, hingga realisasi perbaikan akan tetap menjadi perhatian kami.

Karena bagi Global7, suara masyarakat bukan sekadar berita tetapi amanah yang harus diperjuangkan.
Kami berharap pemerintah daerah benar-benar hadir dengan solusi nyata, bukan hanya janji. Penghuni Rusunawa Jobokuto berhak mendapatkan hunian yang aman, sehat, dan layak.

Global7 akan tetap berada di lapangan, mendengar aspirasi warga, menyampaikan fakta, dan memastikan persoalan ini tidak hilang begitu saja. Sebab kehadiran media bukan hanya untuk memberitakan, tetapi juga memastikan perubahan terjadi.

 

G7/UCP & SGX

Pos terkait