Global7.id – Jepara,
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Makam Islam Desa Mambak pada Kamis sore (28/8/2025). Ribuan jamaah dari berbagai penjuru memadati area pemakaman untuk mengikuti ziarah kubur dan doa bersama dalam rangka Haul ke-1 KH. Abdul Halim dan Haul ke-6 Nyai Hj. Imronah. Acara ini dimulai pukul 16.15 WIB, bertepatan dengan hari wafatnya almarhum yang dikenal sebagai hari penuh keberkahan, Kamis dan Jumat.
Langit Jepara sore itu mendung, dan tak lama hujan turun perlahan, seolah membawa tanda kesejukan dan keberkahan. Hujan yang menetes lembut menambah kesyahduan acara, membuat setiap lantunan doa terasa semakin khidmat. Jamaah tetap bertahan dengan penuh keikhlasan, basah oleh gerimis namun hangat oleh rasa cinta kepada sosok ulama yang mereka kenang.
Suasana menjadi sangat mengharukan ketika tahlil yang dipimpin KH. Rifai, salah satu santri beliau yang kini menjabat Ketua NU Ranting Mambak, terdengar tersendat dan berhenti sejenak. Suara yang bergetar menahan haru seolah menjadi pengingat betapa dalam rasa kehilangan para santri dan jamaah terhadap sosok guru sekaligus panutan tersebut. Tangis kecil terdengar di antara para jamaah, berpadu dengan gemericik hujan yang turun, seakan menjadi musik alam yang mengiringi doa-doa.
Acara dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan Ketua NU Jepara, KH. Haris. Dalam nasihatnya, KH. Haris mengupas tentang nasab mulia dan perjuangan panjang KH. Abdul Halim serta Nyai Hj. Imronah. Beliau menekankan sifat wafa’ atau komitmen dan konsistensi dalam berpegang pada janji kepada Allah yang disebut dalam Al-Qur’an sebanyak 27 kali. “Sifat ini begitu melekat dalam pribadi KH. Abdul Halim. Beliau adalah sosok yang tidak pernah ingkar terhadap amanah agama maupun masyarakat,” tutur KH. Haris.
Tidak hanya dikenal sebagai tokoh agama, KH. Abdul Halim juga tercatat sebagai pendidik sejati. Perjuangannya membina santri dan membangun pendidikan Islam tidak hanya di Desa Mambak, tetapi juga berpengaruh di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Sosoknya dihormati sebagai ulama karismatik, pemersatu umat, dan pejuang ilmu yang rela berkorban demi kemajuan agama dan masyarakat.
Wakil keluarga, H. Nur Hamid, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jamaah yang hadir. “Kami mewakili keluarga besar menghaturkan terima kasih atas doa dan kehadiran para jamaah. Semoga amal baik beliau berdua menjadi ladang pahala dan kita semua bisa meneladani perjuangan beliau,” ucapnya penuh takzim.
Haul ini bukan sekadar momen mengenang, melainkan napak tilas sejarah perjuangan dua tokoh besar yang telah menorehkan jejak kebaikan dan ilmu. Kehidupan mereka menjadi teladan tentang istiqamah, keikhlasan, dan pengabdian tanpa pamrih, nilai yang kini semakin langka namun tetap dibutuhkan oleh umat.
G7/AR










