Global7.id – Jepara,
Pondok Pesantren Nurul Anwar yang berlokasi di Desa Kedungleper, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, menggelar acara halal bihalal pada Ahad (tanggal menyesuaikan). Acara ini dihadiri oleh para santri, wali santri, ustadz-ustadzah, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Nurul Anwar, KH. Kholisul Uyun, beliau menekankan pentingnya peran orang tua tidak hanya sebagai “walid” (ayah secara biologis) namun lebih dari itu sebagai murobbi, yaitu sosok yang mendidik secara jasmani dan rohani.
“Orang tua seyogyanya tidak hanya mencukupi kebutuhan anak, tetapi juga harus memperhatikan ruhiyahnya, menanamkan akhlak, dan memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar KH. Kholisul Uyun.
Beliau juga menekankan bahwa guru harus ditaati karena merupakan perantara ilmu. Guru sejati adalah murobbi, mereka yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing ruh dan fisik muridnya, serta menjadi panutan dalam bertindak dan berbicara. Penekanan ini dinilai relevan dengan berbagai dalil dalam Al-Qur’an.
Kepada para santri, beliau mengingatkan agar tidak hanya mengejar ilmu untuk menjadi pintar, “Ilmu harus dihiasi dengan amal, karena ilmu tanpa amal adalah sia-sia. Tujuan mengaji bukan untuk menjadi hebat atau unggul di mata manusia, tapi untuk mencari ridho Allah agar ilmu itu membawa manfaat,” jelasnya.
KH. Kholisul Uyun juga menyinggung arti dari dalil bima ta’malun (apa yang kamu perbuat), seraya mengingatkan bahwa anak-anak tidak akan berakhlak baik jika lingkungan rumah tidak memberikan contoh akhlak yang baik. “Jangan berharap anak menjadi berakhlak jika di rumah tidak pernah ada teladan yang benar,” tegasnya.
Pendaftaran Santri Baru Dibatasi
Dalam kesempatan tersebut, pihak pondok juga menyampaikan bahwa pendaftaran santri baru tahun ini akan dibatasi. Hal ini disampaikan mengingat jumlah santri yang terus meningkat belum sebanding dengan fasilitas yang tersedia.
“Alhamdulillah, jumlah santri kami sudah mencapai ratusan. Namun karena keterbatasan fasilitas, kami harus membatasi pendaftaran santri baru tahun ini. Kami juga menyediakan sekolah di dalam pondok, sehingga santri tidak perlu sekolah di luar. Hal ini agar pendidikan dan pembinaan bisa lebih kami kontrol secara utuh,” ujar salah satu pengurus pondok.
Sebagai informasi, biaya makan para santri di Ponpes Nurul Anwar hingga saat ini masih digratiskan. Santri hanya dikenai biaya untuk keperluan sekolah.
Apresiasi dari Pemerintah Desa
Sukron Makmun, Petinggi Desa Kedungleper juga memberikan apresiasi atas kiprah Ponpes Nurul Anwar dalam mencetak generasi muda yang berakhlak dan berilmu, “Pemerintah desa mendukung penuh segala kegiatan keagamaan dan pendidikan yang diselenggarakan pondok. Semoga keberkahan selalu menyertai,” ungkapnya.
Acara Ditutup dengan Muhasabah
Acara ditutup dengan muhasabah bersama antara para santri, wali santri, serta para ustadz dan ustadzah. Suasana haru dan khidmat menyelimuti sesi ini sebagai bentuk evaluasi dan refleksi diri pasca-Ramadan.
“Semoga kita semua tergolong sebagai orang-orang yang mampu mengamalkan ilmu yang telah kita pelajari. Aamiin,” tutup KH. Kholisul Uyun.***
Sumber: G7/Ucup Setiyadi.










