Global7.id – Jepara,
Muhammad Ardiansyah, pemuda 20 tahun berkomentar iseng yang sesumbar akan jalan kaki dari rumahnya di Dukuh Ngeblak, Desa Karangnongko, Kecamatan Nalumsari, ke Stadion GBK Jepara, jika Persijap Jepara lolos ke Liga 1 musim depan.
Komentar iseng di sebuah unggahan media sosial soal jalan kaki 33,3 kilometer dari rumah ke Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara akhirnya berubah menjadi kenyataan.
Benar saja, Persijap Jepara mampu mewujudkan harapan pendukungnya saat laga play-off Liga 2 kontra PSPS Pekanbaru, Selasa (25/2/2025) malam.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion GBK Jepara, Laskar Kalinyamat berhasil menang tipis 1-0 dari tim tamu. Persijap akhirnya bisa merebut satu tiket tersisa untuk promosi ke Liga 1 2025/2026.
“Sebenarnya, saya hanya iseng berkomentar bahwa ingin nazar jalan kaki, Selain itu, saya sangat fanatik terhadap sepak bola, terutama Persijap. Saya bangga sekali Persijap bisa masuk ke Liga 1 karena ini membuat Jepara dikenal di kasta tertinggi Indonesia,” kata Jumat (28/2/2025).
Tak mau kehilangan momen, akhirnya pada Rabu (26/2/2025), Ardi bersiap menunaikan nazarnya.
Berbekal makanan, baju ganti, dan uang yang disimpan di tas ransel yang dibawa, Ardi berangkat dari rumah pukul 17.00 WIB. Ardi juga membawa poster bertuliskan ‘Nadzar Persijap OTW Liga 1, Nalumsari ke GBK Jepara.
“Assalamualaikum Liga 1”, Live Tiktok Ardinyess.
Perjalanan awal Ardi tak terasa sepi lantaran beberapa teman membersamai meski mengendarai kendaraan.
Hanya saja, mereka tak menemani Ardi hingga tuntas. Mereka memilih pulang setelah sampai di Pasar Mayong, Jepara.
Namun, Ardi tak patah arang. Dia tetap melanjutkan perjalanan menuju Stadion GBK Jepara. Untuk menepis rasa sepi, Ardi berjalan kaki sambil melakukan siaran langsung di Tiktok, Instagram, serta Facebook pribadi.
Dia pun mendapat dukungan dari warganet di media sosial, yang mengikuti perjalanannya.
“Saya sampai di Stadion GBK (Kamis) pukul 10.30 WIB. Setelah itu, saya beristirahat di rumah Pak Jamaluddin Malik (DPR RI), di Jalan Pemuda Jepara,” ucapnya.
Sepanjang perjalanan, Ardi mencatat enam kali beristirahat. Demi keselamatan, dia memilih beristirahat di kantor polisi yang dilewati dan di angkringan, sambil mengisi energi.
“(Istirahat) pertama di Polsek Mayong, kemudian Polsek Kalinyamatan, dua kali di angkringan, dan Polsek Tahunan,” jelasnya.
Perjalan yang dilakukan Ardi pun menarik perhatian masyarakat di sepanjang jalan. Banyak di antara mereka yang meminta foto dan merekam video saat ia berjalan. Dokumentasi tersebut kemudian tersebar di berbagai platform media sosial.
“Ada yang memberi makanan juga. Untuk biaya, saya menghabiskan sekitar 100 ribu dalam perjalanan nazar ini, ‘ ucapnya.
Nazar jalan kaki yang dia tunaikan ini merupakan satu bukti cintanya kepada Persijap Jepara.
Meskipun ia tidak selalu bisa hadir di stadion untuk menyaksikan laga Laskar Kalinyamat namun rasa cintanya tak pernah berkurang.
“Saya ambil cuti kerja untuk menunaikan nazar ini. Semoga, Persijap bisa bertahan di Liga 1,” ungkap pemuda yang bekerja sebagai tukang roti ini.***
Sumber: TB.










