Global7.id – Jepara,
Mengenal lebih dekat dengan sosok Eva Harmelia Valentina yang akrab dipanggil Eva kelahiran di Jepara, 14 Februari 2002. Ia baru saja diganjar medali perunggu dalam ajang kompetisi internasional.
Kompetisi itu diadakan oleh Indonesian Young Scientist Association (TYSA) dan ajang itu bernama Asean Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF).
Dalam ajang itu ia memanfaatkan limbah kayu menjadi sebuah produk fashion. Atas inovasi yang dibuatnya itu, sehingga berhak mendapat medali perunggu.
Eva saat ini berkuliah di jurusan manajemen Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara. Inovasinya itu berawal dari keinginannya untuk memanfaatkan keberadaan barang yang dianggap sampah.
Ia kemudian menyulapnya menjadi sesuatu bermanfaat dengan berinovasi yang mengubah limbah kayu menjadi produk fashion, yang berawal dari keresahannya akan banyaknya limbah mebel di Jepara.
”Di Jepara kan banyak itu limbah mebel. Hampir bisa ditemukan di mana saja,” katanya.
Dalam membuat penemuan itu, Eva mengaku tak sendirian karena dibantu lima rekannya dan ia berperan sebagai leader. Butuh waktu sekitar sebulan lamanya membuat inovasi itu.
”Kami memang tinggalnya di Jepara. Sementara banyak sekali limbah kayu. Kami melihat ada potensi dari limbah kayu ini. Sehingga kami manfaatkan apa yang harusnya bisa mendapat value lebih itu,” imbuh gadis asal Jambu Timur, Mlonggo, Jepara ini.
Inovasinya itu akhirnya mampu menggondol satu medali perunggu dari kompetisi itu dengan peserta mencapai 457 tim dari 17 negara.***
Sumber: RK.










