Global7.id – Jepara,
Pemerintah Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan Pembangunan Tahunan sebagai langkah awal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026.
Bertempat di balai desa setempat, rapat dihadiri unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga tenaga pendamping profesional, dan dipimpin langsung oleh Ketua BPD, Junatan.
Dalam pembukaannya, Junatan menyampaikan 6 pokok-pokok pikiran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang merupakan hasil serapan aspirasi warga. Ia menekankan pentingnya menyusun prioritas penggunaan anggaran secara tepat dan transparan agar pembangunan desa benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Petinggi Desa Mambak, Hadi Prayitno, menambahkan informasi terkait sekitar 360 warga pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang saat ini statusnya tidak aktif.
“Kami sudah melakukan pendataan ulang, termasuk mendata rumah yang ditempati, namun keputusan akhir tetap menjadi kewenangan Dinas Sosial. Desa hanya bisa mengusulkan, jelas Hadi.”
Camat Pakis Aji, Eko Sulistyono, menegaskan bahwa hasil Musdes harus sudah dilaporkan paling lambat tanggal 14 Juli 2025.
“Agar dapat masuk dalam APBD Perubahan yang biasa dilaksanakan pada bulan Oktober atau November. Kami juga mendorong desa memprioritaskan 28 program kerja Bupati Jepara, termasuk enam program ‘6 Mulus’: Makmur, Unggul, Lestari, Religius, Sehat, dan Sinergi, ujarnya.”
Ia juga menyampaikan bahwa tahun 2026 mendatang akan diarahkan pada penguatan ekonomi lokal melalui kolaborasi UMKM, pelaksanaan bazar desa, serta sinergi dengan kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) di sekolah.
Sementara itu, Adib Akrom, tenaga ahli pemberdayaan masyarakat desa, menekankan pentingnya pemahaman warga terhadap arah pembangunan desa. “Ketahanan pangan menjadi prioritas dalam Permendes Nomor 2 Tahun 2024. Dana desa wajib dialokasikan minimal 20% untuk mendukung program ini. Musdes harus mampu mengidentifikasi potensi desa untuk disinergikan dalam pembangunan tematik,” ujarnya.
Adib juga menyebut alasan Musdes dimajukan lebih awal adalah agar perencanaan dapat lebih matang dan menghindari perubahan mendadak. “Tim RKPDes yang dibentuk menjadi ujung tombak pembangunan desa satu tahun ke depan. Diskusi yang sengit antar peserta bukan masalah, itu bagian dari proses mencari titik temu terbaik,” tambahnya.
Musdes ini dihadiri lengkap oleh Camat Pakis Aji, tenaga pendamping Profesional, perangkat desa, BPD, ketua RT dan RW, Karang Taruna, PKK, tokoh masyarakat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan Musdes sebagai ruang demokratis yang menentukan arah pembangunan Desa Mambak secara partisipatif dan berkelanjutan.
G7/AR










