Demi Keuntungan Pribadi, Aktifitas Galian Tambang di Mindahan Kidul Jepara Rugikan Warga Sekitar

Foto, Aktivitas galian tanah di Desa Mindahan Kidul, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara.

Global7.id – Jepara,

Aktivitas galian tanah di Desa Mindahan Kidul, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara terus memicu keresahan warga setempat. Selain berdampak pada kerusakan lingkungan, tanah yang berceceran dari armada angkutan galian tersebut membuat jalan licin saat cuaca hujan dan penuh debu saat cuaca panas.


Menurut salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya, jalan berlumpur ini berasal dari galian tanah merah diduga milik saudara (W) yang diketahui merupakan warga Desa Bawu, kecamatan Batealit yang beroperasi di lokasi tersebut pada Rabu ( 27/3/2025).


Lebih lanjut, menurut sumber warga, pengerukan galian tambang tersebut dilakukan menggunakan dua alat berat dan puluhan truk dum saat musim hujan. Akibatnya, jalanan menjadi becek dan licin dan sering adanya kendaraan roda dua yang terpeleset dan terjatuh akibat tanah merah yang berceceran di jalan.


Selain itu, warga lain menambahkan, “Kami sebagai warga sekitar sangat tidak nyaman dengan adanya jalan yang berlumpur seperti ini dari adanya aktifitas pertambangan galian tanah, ” katanya dengan nada kecewa.


Ia menambahkan, “Saya minta kepada Pemerintahan Desa Mindahan Kidul, Camat Batealit, Bupati Jepara, Kapolres Jepara, DLH Kabupaten Jepara untuk segera melakukan tindakan tegas tanpa tebang pilih terhadap para pelaku penambangan tersebut, ” harapnya.

Saat dihubungi melalui via WhatsApp, pihak penambang berinisial (W) membenarkan atas pengalian yang di lakukan di wilayah tersebut. akan tetapi, (W) menyampaikan bahwa lahan tersebut milik inisial (S) warga Ragu Klampitan.


“Ya pak galian itu benar adanya di Mindahan kidul, tapi lahan tersebut milik S warga Ragu Klampitan, ” paparnya.


Di tempat terpisah, (AS) salah satu tokoh masyarakat mengatakan, adanya galian tanah di wilayah tersebut sangatlah merugikan warga sekitar dan pemerintah karena sudah merusak lingkungan, maupun jalan yang sering dilalui truk pengangkut penambangan.


Atas kejadian yang dialami warga sekitar saat ini, semoga kedepan pemerintah lebih memihak masyarakat maupun lingkungan serta menjaga kelestarian alam.


“Supaya gak menambah korban kecelakaan jalan yang licin akibat ulah penambang yang mencari keuntungan pribadi tanpa memikirkan dampak kerugian lingkungan maupun masyarakat. Saya berharap aparat penegak hukum (APH) segera menindak tegas sesuai hukum yang berlaku, ” tegas (AS).


Sampai berita ini ditayangkan, Pemerintah Kecamatan Batealit, Aparatur Penegak Hukum wilayah setempat belum dikonfirmasi lebih lanjut.***

 

Sumber: G7/OB.

Bacaan Lainnya

Pos terkait