Global7.id – Jepara,
Salah satunya dengan menyampaikan perasaannya dan bahkan kritik terhadap kinerja pelayanan publik soal jalan rusak dan berlubang di wilayah Jepara utara. Hal ini diutarakan oleh warga Jepara utara melalui komentar di media sosial Facebook yang dinilai merugikan masyarakat umum.
Mereka kesal karena jalan yang menjadi kewenangan provinsi itu rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Kerusakan jalan di sekitaran lampu merah Mlonggo itu hanya sebagian kecil dari jalan yang rusak di ruang jalan Jepara – Keling.
Bukan hanya kali ini, jalan tersebut rusak tetapi telah puluhan tahun jalan tersebut tak pernah ditangani tuntas. Kalaupun ada penanganan itu hanya penembelan, itupun kualitasnya layak dipertanyakan. Karena itu baru beberapa hari kemudian jalan tersebut telah mengelupas dan kembali berlubang.
Ada 3 persoalan pokok menurut penulis (SB) mengapa sebagian besar ruas jalan Jepara ke Keling tak pernah tuntas terselesaikan.
Pertama
Jeleknya saluran drainase sehingga mengakibatkan di sebagian titik jalan saat hujan tiba berubah menjadi sungai dan mempercepat proses kerusakan jalan.
Kedua
Kualitas perbaikan jalan yang memunculkan pertanyaan warga. Sebab sulit di ukur kualitas dan efesiensinya dalam hal pembiayaan.
Ketiga
Tonase atau beban muatan yang berlebihan. Pembangunan jalan selalu harus dipertimbangkan kelas jalan. Salah satunya untuk mengukur beban maksimal yang diperbolehkan untuk melewati jalan tersebut. Jika beban kendaraan jauh melampaui kekuatan jalan, maka dipastikan akan mempercepat proses kerusakan jalan. Apalagi dengan kualitas jalan yang tidak baik.
“SOLUSINYA, yaitu dana ratusan miliar untuk mengecor jalan dari Desa Mambak sampai ke Desa Keling, ” ujar netizen X.
Harapan warga tentu dengan cara mengkritik, sindiran dan bahkan umpatan kepada para pemangku kepentingan untuk segera bergegas menyelesaikan jalan rusak tersebut tidak dengan sekedar penambalan yang usianya hanya dapat dihitung dengan hari.***
Sumber: SB/Hadepe.










