Cerita Maling Ayam yang Tubuhnya Terbelah Dua di Jepara

Foto, tangkap layar dari Dilansir dari halaman Twitter (X) Creepylogy @creepylogy_, dikatakan bahwa peristiwa ini terjadi pada tahun 1985.

Global7.id – Kisah di Jepara,

Seorang maling ayam bernama Sapar (42), warga Batealit, Jepara, tewas dimutilasi warga dengan menggunakan truk. Satu tangannya diikat dengan truk, lalu tangan lainnya diikat pada pohon. Kemudian, truk melaju dan tubuh Sapar terbelah.


 

Peristiwa hukum rimba yang sangat mengerikan ini terjadi di wilayah Batealit, Jepara, dan disaksikan banyak warga sekitar dengan ngeri.


 

Dilansir dari halaman Twitter (X) Creepylogy @creepylogy_, dikatakan bahwa peristiwa ini terjadi pada tahun 1985.


 


“Orang-orang pun hanya menontonnya tanpa ada satu pun berani mencegah,” katanya, Kamis (21/12/2023).


 

Sapar pada awalnya hidup sejahtera sebagai pengrajin kayu. Dia punya istri dan anak. Tetapi kemudian rumah tanggalnya hancur. Istrinya pergi meninggalkan dia, dan membawa serta anak mereka.


 

Hidup Sapar pun langsung merasa. Sapar pun prustasi dan lebih banyak menganggur. Hartanya ludes dan akhirnya dia mulai bangkit.


 

Bacaan Lainnya


Namun, dia mengambil jalan pintas dengan menjadi maling. Lalu pada 18 Oktober 1985, Sapar mengalami hari apesnya. Dia mencuri ayam milik warga bernama Musalim, warga Desa Mindahan hingga akhirnya Sapar ditangkap warga dan langsung menjadi bulan-bulanan warga.


 

Selanjutnya, Sapar dibawa ke Kantor Desa. Namun, Kepala Desa saat itu, yakni Sodikin malah membuat Sapar semakin bersalah.


 

Lulusan Untag Semarang ini pun lalu menambah hukuman Sapar menjadi hukuman mati, sebagai peringatan atas maling di desanya.


 

Saat melihat truk melintas, dia menyetop truk itu. Lalu naik ke atas bak, dan mengikat sebelah tangan Sapar dengan tambang. Sedangkan tangan satunya lagi diikat ke batang pohon.

 


“Sesudah itu Sodikin menuju ke kabin kemudi untuk menggantikan supir. Injak kopling, atur gigi, gebar geber sebentar,” terangnya.


 


Warga yang melihat peristiwa itu sangat ketakutan. Mereka tidak pernah menyangka akan melihat eksekusi mati maling ayam sekejam itu.


 

Gas mobil pun ditancap dan tubuh Sapar terbelah. Sapar tewas di lokasi dengan tubuh termutilasi yang dilihat warga sekitar dengan ngeri.


 

Akibat kejadian itu, Sodikin (pelaku) dituntut 10 tahun penjara. Namun, dia hanya di penjara 5 tahun saja atas pembunuhan sadis itu.***

Sumber: Twitter @creepylogy_


Tag

 

Pos terkait